05 November 2019 11:39 WIB
Oleh : eko

DKI Jaya Target 5 Emas di Pra-PON Karate

TIM Karate DKI Jaya menargetkan perolehan 5 medali emas dan meloloskan karateka sebanyak mungkin dalam Kejurnas Karate/Pra-Kualifikasi PON 2020 yang berlangsung hingga 6 November di Hall Basket Senayan. 

Dalam ajang ini DKI Jaya menurunkan sebanyak 19 karateka dan tampil di semua kelas yang dipertandingkan. 

"Persiapan kami menghadapi ajang ini selama 4 bulan. Kami membidik target 5 emas dan meloloskan sebanyak mungkin karateka di PON 2020 mendatang, " kata Ketua FORKI DKI Jaya, Meitra Mivida kepada sportanews.com, di sela-sela acara pembukaan., Selasa (4/11). 

Kejuaraan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Kehutanan Siti Nurbaya, yang juga  hadir Sekjen FORKI, Raja Sapta Ervian, dan Ketua KONI DKI Jaya, Djamhuron diikuti sebanyak 410 atlet tercatat mengikuti kejuaraan ini untuk memperebutkan tiket ke PON Papua, mereka terdiri dari 231 karateka putra dan 179 karateka putri. 


Dalam kejurnas ini, sebanyak 15 kelas akan ditandingkan, yaitu kata putra dan putri, baik perorangan dan beregu, serta enam kelas kumite putra -55kg, -60kg, -67kg, -75kg, -84kg, dan +84kg, dan lima kelas kumite putri yaitu -50kg, -55kg, -61kg, -68kg, dan +68kg.

Sementara dua provinsi lainnya yaitu Papua dan Sulawesi Barat absen. Papua memiliki hak khusus untuk absen kualifikasi karena berstatus tuan rumah, sementara Sulawesi Barat tidak mengikuti event ini karena masih terkendala organisasi yang belum aktif karena baru diadakan pergantian susunan pengurus Forki daerah.

"Sulawesi Barat sejak pergantian pengurus baru memang belum aktif. Padahal saat pengurus sebelumnya, mereka yang paling instensif menghubungi panitia soal acara ini, tapi pas mendekati event mereka tidak ikut. Ini jadi catatan kami ketika ada satu provinsi tidak hadir, padahal (sbeelumnya) dimana pun ada pertandingan mereka selalu turun," kata Meitra Mivida yang juga Ketua Panpel. 

Lebih lanjut ia memaparkan, agar terpilih karateka terbaik untuk berlaga di PON 2020, PB Forki akan memakai peraturan pertandingan yang telah ditetapkan PB Forki dan Federasi Karate Dunia (WKF).

Untuk kumite misalnya, akan menggunakan pranata "double knock down", sementara nomor kata akan memakai pranata pertandingan Kata WKF2019.

Sekjen PB Forki Raja Sapta Ervian menambahkan, nantinya para peserta yang lolos dengan peringkat 1-8 di setiap nomor Pra-PON maka berhak untuk tampil mewakili daerahnya di PON 2020 di Papua.

Berita Terkait