04 November 2019 16:47 WIB
Oleh : eko

Daerah Usulkan 3 Kelas Baru Dipertandingkan di Gulat PON 2020

SELURUH Pengprov PGSI yang tampil di Kejurnas Gulat/Pra-PON 2020 di GOR Jakarta Timur, yang berlangsung hingga, Selasa(5/11) mendatang, mengusulkan agar PB. PON Papua 2020 menambah jumlah kelas yang dipertandingkan. 

Menurut Suryadi, SPd, Konsultan Pelatih Gulat Pengprov Papua, usulan ini intinya adalah demi terciptanya pemerataan pembinaan di daerah lain. Pasalnya, selama ini gulat hanya dikuasai oleh 5 Pengrov yakni, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, DKI Jaya, Kalimantan Selatan. 

"Dengan dipertandingkannya, kelas tambahan agar daerah lain yang tidak kebagian kuota di 18 kelas lainnya berpeluang untuk meraih medali. Seperti halnya, peluang tim gulat tuan rumah Papua untuk meraih medali emas terbuka, " kata Suryadi di sela-sela pelaksanaan Kejurnas Gulat/Pra-PON 2020 kepada sportanews.com. 

Adapun kelas tambahan yang diusulkan adalah, Grego Putra Kelas 55 kg, Bebas Putra Kelas 52 kg, Bebas Putri Kelas 42 kg. 

"Saya akan bawa usulan ini kepada Gubernur Papua untuk kemudian setelah disetujui diteruskan kepada KONI Pusat, " ungkap Suryadi. 

Ketika dimintai komentarnya mengenai usulan ini, Sekum PGSI Jabar, Antonius, pihaknya sangat mendukung upaya ini agar tuan rumah mendapat jatah medali di PON nanti. 

"Paling tidak kita memberikan apresiasi kepada tuan rumah Papua agar juga mendapatkan peluang medapat medali di tiga kelas yang diusulkan itu, " tandanya. 

Senada juga dikemukakan oleh Ketua Pengrov Jawa Timur, Rahman, yang menurutnya, agar tiga kelas itu diperebutkan oleh Pengrov lainnya yang tidak mendapat jatah kuota di PON 2020.

 

Berita Terkait