02 November 2019 08:45 WIB
Oleh : eko

Towel: Wajah Baru Bakal Sulit Bersaing di Kongres PSSI

DALAM Kongres Pemilihan PSSI banyak cerita miring terus bergulir jelang Kongres yang siap digelag pada Sabtu (2/11) ini. Cerita soal dugaan  yang mengarahkan untuk pemenangan satu diantara calon ketua umum hingga cerita soal salah satu calon ketua umum PSSI, Vijaya Fitriyasa yang mengaku bersedia memberikan dukungannya kepada Mochamad Iriawan atau Iwan Bule jika mantan kapolda Metro Jaya itu bersedia  mendepak orang-orang lama di organisasi Olahraga terbesar dan terpopuler itu. 

Tommy Welly, pengamat sepakbola senior yang dikontak media, Jumat (1/11) menyatakan, apa pun pengakuan Vijaya, ia adalah sosok baru di PSSI. "Sebagus apa pun Vijaya, dengan ekosistem sepakbola yang seperti sekarang akan sangat sulit bagi siapa pun yang kategori wajah baru di pentas PSSI saat memasuki arena pertarungan Kongres PSSI itu sendiri," kata Tommy Welly yang akrab disapa Towel ini. 

Menurut Towel, tentu saja bukan soal ide atau gagasan perubahan yang bakal diusung, tapi bagaimana sosok Vijaya bisa diterima dulu di kalangan voters, tentu ini yang sama sekali tak mudah.

"Mayoritas karakter voters yang masih berpikir dengan pola pikir lama, misalnya wani piro dan lain sebagainya," kata Tommy yang lantas menyatakan kalau sosok Vijaya yang masih muda dan baru ini tentu akan berada diposisi yang serba tanggung antara membuat perubahan atau ikut terseret arus. 

Towel juga mengkritisi anggapan sebagian orang yang banyak memuji Vijaya telah melakukan sesuatu bagi sepakbola Indonesia setelah membeli Persis Solo. Menurutnya, tentu saja Vijaya membeli Persis Solo dengan tujuan agar bisa menjadi stakeholder sepakbola Indonesia.

"Tapi harap diingat ya, aksi Vijaya membeli Persis Solo itu masih menyisakan masalah perihal keabsahan pembelian  dan bukan berarti dengan menjadi owner persis solo otomatis Vijaya bisa jadi Ketum PSSI. Hal itu justru melemahkan upaya kampanyenya yang mengusung perubahan di tubuh PSSI sebab akuisisi persis menjadi catatan buruk baginya.  Ingat ya, catatan besar mengenai Kongres besok ini adalah pertarungan tentang perubahan versus status quo. Aspirasi publik bola tentu ingin perubahan di tubuh PSSI," kata Towel mengingatkan. 

Soal Iwan Bule, menurut Tommy, ia adalah sosok baru di sepak bola, tapi tidak langsung bisa diklaim bakal reformis. 
Kabar santer tentang pencalonan Ibul ini didukung oleh kubu exco lama yg dipimpin ketua kelasnya Iwan Budianto.
Indikasi gabungnya kubu exco lama Iwan budianto cs ke gerbong Ibul membuat publik tidak merespon positif sosok Ibul
Bahkan meski santer beredar kabar bahwa istana juga mendukung Ibul sebagai pssi 1, ini pun makin membuat tanda tanya besar.

Benarkah harapan reformis/perubahan sepakbola itu bisa ditaruh pada Ibul yang bakal mengakomodir Iwan Budianto cs yang jelas-jelas bermasalah dlm aspek integritas dan banyak catatan merah dlm kaitannya dengan match fixing.  

Berita Terkait