05 October 2019 07:34 WIB
Oleh : aba

[Kejuaraan Dunia Atletik 2019] Kabar Terbaru dari Qatar, Sabtu (5/10)

Mutaz Essa Barshim.

INI berita terbaru dari Kejuaraan Dunia Atletik 2019 yang digelar di Doha, Qatar.

Pejalan cepat putra Jepang, Toshikazu Yamanishi merebut medali emas 20km jalan cepat, sementara medali perak jatuh ke tangan pejalan cepat Rusia yang tampil atas nama negara netral.

Yamanishi mengungguli Vasily Mizinov dengan selisih 15 detik, sedangkan medali perunggu jatuh ke tangan pejalan cepat Swedia, Perseus Karlstrom.

Dengan demikian, Jepang sudah mengoleksi dua emas dari nomor jalan cepat.

Pada lomba Jumat (4/10), Rusia merebut tiga medali dengan total enam medali setelah medali perak Mizinov plus perak dan perunggu di nomor lompat tinggi putra. Perolehan itu sudah menyamai rekor 2017, ketika Rusia juga tampil atas nama negara netral karena skorsing IAAF atas negeri itu menyusul kasus-kasus doping.
-
Pelari Steven Gardiner, peraih perak 2017, merebut emas lari 400m. Pelari asal Bahama ini mencetak waktu 43 menit 48 detik (43,48). Medali perak jatuh ke tangan pelari Kolombia, Anthony Zambrano, menyisakan perunggu untuk pelari AS, Fred Kerley.
-
Publik tuan rumah dibuat bahagia dengan sukses Mutaz Essa Barshim di nomor lompat tinggi putra.

Barshim mencatat lompatan 2,37m, catatan terbaik dunia tahun ini (belum memecahkan rekor). Dua pelari Rusia, Mikhail Akimenko dan Ilya Ivanyuk gagal melakukan tiga kali lompatan untuk menyamai perolehan lompatan Barshim.

Catatan terbaik Barshim adalah 2,43m atau 2cm di bawah rekor dunia. Tapi, setelah sukses melakukan lompatan 2,37m, Barshim memutuskan menghentikan perburuan rekor dan memilih melakukan selebrasi kemenangannya.
-
Kuba berjala di nomor lempar cakram putri.

Denia Caballero, kalah dari Sandra Perkovic asal Krosia pada 2017, namun kali ini, bersama rekannya Yaime Perez, keduanya menyisihkan Perkovic.

Perez melempar 69,17m di usahanya yang kelima untuk mengungguli Caballero. Namun, lemparan Caballero tak tertandingi dengan 68,44m. Perkovic, peraih emas Olimpiade, akhirnya menghentikan upayanya setelah melakukan foul dalam tiga kali lemparan terakhir dan harus puas dengan perunggu melalui lemparan terbaiknya 66,72m. Perak jatuh ke tangan Perez.

Berita Terkait