16 September 2019 20:30 WIB
Oleh : aba

2 Alasan Petinju Kelas Berat, Ebenezer Tetteh, akan Siksa Dubois

EBENEZER Tetteh punya rekor bagus di kancah pro: 19-0-0, 16 KO. Artinya, persentase kemenangan KO-nya 84,21 persen.

Petinju kelahiran Accra, Ghana, berusia 31, ini akan beradu dengan Daniel Dubois di Royal Albert Hall, 27 September.

Dubois, di sisi lain, punya rekor tak kalah bagus. Rekornya, 12-0-0, 11 KO. Artinya, catatan rekor kemenangan KO-nya 91,67 persen.

Dubois, baru berusia 22 tahun, digadang-gadang akan jadi petinju masa depan di kelas berat yang dipunyai Inggris.

Namun, rekor itu tak membuat Tetteh silau, bahkan meski usia mereka terpaut cukup jauh, 9 tahun.

Tetteh menyebut ada dua alasan mengapa ia ingin menyiksa Dubois.

Alasan pertama: “Saya datang ke Inggris untuk membalaskan kekalahan rekan senegara saya, Richard Lartey. Richard membawa Dubois dalam duel neraka, namun ia tak menyudahinya dengan baik. Saya akan mengakhiri apa yang sudah dimulai Lartey.”

Lartey kalah KO ronde 4 dari Dubois di Wembley, April 2019.

Alasan kedua: “Daniel banyak bicara tentang pertarungan melawan David Price atau Dereck Chisora. Ia meremehkan saya. Itu mengingatkan saya ketika Anthoy Joshua akan berhadapan dengan Andy Ruiz Jr di mana ia sudah bicara soal pertemuan dengan [Deontay] Wilder dan [Tyson] Fury. Ia akan mendapat hukuman untuk kelakuannya meremehkan calon lawannya dan saya akan menyiksa Daniel Dubois.”

Duel Dubois-Tetteh memperebutkan gelar kelas berat Commonwealth yang lowong.

Artikel asli

Berita Terkait