03 September 2019 17:41 WIB
Oleh : eko

Kursi Ketua Umum PSSI Sepi Peminat

HINGGA dua bulan menjelang Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), perebutan kursi Ketua Umum PSSI masih sepi peminat. “Kondisi ini tentu tidak sehat,” ungkap Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro di Jakarta, Selasa (3/9).

 

Mengapa perebutan kursi Ketum PSSI sepi peminat? Menurut Indro sedikitnya ada tiga faktor. Pertama, mereka masih menunggu pengumuman kabinet baru oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2019. “Banyak yang berharap jadi menteri. Bila ternyata tidak terpilih, baru mereka melirik kursi PSSI-1. Mohon maaf, jabatan Ketua Umum PSSI ini hanya untuk pelarian saja, apalagi memimpin PSSI itu tidak mudah,” jelasnya.

 

Ia meyakini, bila Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir tidak terpilih jadi menteri, maka mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin ini akan maju memperebutkan kursi Ketum PSSI. “Begitu pun tokoh-tokoh lain,” tukasnya.

 

Kedua, kata Indro, karena adanya pemberantasan match fixing atau pengaturan skor pertandingan, sehingga mereka masih takut-takut juga untuk maju. “Jadi, bukan karena ada kandidat yang kans atau visi misinya cukup kuat, melainkan karena kursi PSSI-1 ini memang kurang seksi,” cetusnya.

 

Sepinya peminat kursi PSSI-1 dinilai Indro tidak sehat bagi masa depan persepakbolaan nasional dan PSSI itu sendiri. “Sebab, kompetisinya tidak ketat, bahkan bisa terjadi calon tunggal melawan kotak kosong. Bila ini terjadi, kita tidak akan mendapatkan kandidat terbaik untuk memimpin PSSI empat tahun ke depan. Yang ada hanya calon yang pas-pasan saja. Meski pas-pasan, tapi karena tidak banyak pilihan, atau bahkan tanpa lawan, maka otomatis akan terpilih,” paparnya.

 

Ketiga, Indro menengarai sepinya peminat kursi Ketum PSSI sengaja dikondisikan oleh pihak-pihak tertentu. Ditanya apakah pihak-pihak tertentu itu pengurus PSSI atau kandidat yang sudah muncul, Indro tidak mengiyakan tetapi juga tidak menampik. “Itu PR (pekerjaan rumah) kita. Biarlah waktu yang menjawab,” tandasnya.

Berita Terkait