24 August 2019 21:16 WIB
Oleh : eko

Seabad Muallimin, Ketua KPSN Serahkan Bantuan 100 Bola

DALAM usaha mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki santri,  Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta terus mengintensifkan upaya kemitraan dengan berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta.

Madrasah tertua di Indonesia ini sering menerima apresiasi dan empati dari berbagai pihak, termasuk Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN), yang mengapresiasi prestasi gemilang Muallimin dalam kiprahnya selama lebih dari 100 tahun mengemban misi pendidikan dan kemanusiaan. Kali ini Muallimin menerima bantuan untuk sarana edukasi berupa 100 buah bola. Bantuan langsung diserahkan Ketua KPSN Suhendra Hadikuntono  pada saat apel pagi di madrasah setempat, Sabtu (24/8/19). 

Di hadapan 1.442 siswa yang berasal dari seluruh Indonesia, dan disaksikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Syafii Maarif, Suhendra menyatakan KPSN merasa ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan olah raga, khususnya sepak bola di Indonesia. 

Untuk meraih kemajuan, katanya, bisa diawali dari sekolah, di mana olah raga menanamkan kejujuran atau sportivitas dalam meraih prestasi semenjak dini.

"Muallimin adalah sekolah besar, apalagi siswanya berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Sebab itu kami merasa terpanggil untuk berkontribusi secara nyata dalam upaya menggali potensi para santri, khususnya di bidang sepak bola untuk mengharumkan nama bangsa," kata pendiri Hadiekustono's Institute itu.

Buya Syafii Maarif pun mengapresiasi apa yang dilakukan Suhendra dengan KPSN-nya.

Dalam sambutan balasannya, Direktur Muallimin H Aly Aulia Lc MHum menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas berbagai langkah positif yang telah dilakukan KPSN dalam upaya mengembangkan persepakbolaan di Indonesia. 

"Kompetensi dan prestasi secara jasmaniah harus kita tingkatkan terus, di samping kompetensi intelektual yang menjadi konten utama pendidikan yang kita selenggarakan," ungkap alumnus Universitas Al Azhar Mesir yang sedang menyelesaikan program doktoralnya itu. 

Serah terima bantuan ditandai dengan tendangan bola yang dilakukan Suhendra ke arah gawang yang dijaga Aly Aulia yang merupakan kiper andalan tim Muallimin di era 1990-an. 

"Karena Pak Direktur sudah bisa menangkap bola dengan baik, maka 100 bola dengan ini kami serahkan secara resmi kepada madrasah," ungkap Suhendra yang disambut tepuk tangan hadirin. 

Tampak hadir mendampingi Suhendra dari Hadiekuntono's Institute Dian Assafri dan M Harry Naldi, juga tim dari Muallimin yakni Dr H Khoiruddin Bashori MSi, dan Drs H Anas Farchan.

KPSN sendiri adalah komite yang didirikan untuk menyelamatkan prestasi dan sistem kompetisi sepak bola di Indonesia. Awalnya, komite ini tidak diperhitungkan, namun belakangan banyak pihak termasuk KONI menganggap komite ini menunjukkan peran positifnya bagi perkembangan persepakbolaan di  Indonesia.

Berita Terkait