14 August 2019 16:00 WIB
Oleh : aba

Jelang Duel Lawan Allotey, Jaime Munguia Minta Bantuan Erik Morales

Dari kanan: Oscar De La Hoya, Jaime Munguia, Fernando Beltran (Co-promotor), dan Erik Morales.

KETIKA Jaime Munguia lahir pada 1996, Erik Morales sudah mengemas 22 kemenangan dan berujung di Canastota –tempat penyelenggaraan pemberian penghargaan di New York bagi para petinju yang masuk Hall of Fame, Maret 2019.

Munguia bisa dikatakan tak pernah menyaksikan duel-duel El Terrible di atas ring, kecuali video-video di YouTube. Namun, dengan rekor 61 kali naik ring, 52 kali menang (36 dengan KO) dan 9 kali kalah, Munguia yakin Morales, 42 tahun, bisa membopongnya ke puncak karier.

Itu sebabnya kini Munguia beralih ke Morales. Meski ada perbedaan usia 20 tahun di antara mereka (Munguia 22 tahun), namun Munguia dan Morales sama-sama lahir di sebuah kota yang keras, Tijuana. Kerasnya Tijuana, Meksiko, justru bisa membawanya bisa menjadi juara dunia di usia 21.

Tes perdana Morales akan terjadi ketika Munguia (33-0-0, 26 KO) bertarung melawan Patrick Allotey (40-3-0, 30 KO) asal Ghana di Dignity Health Sports Park, Carson, California, 14 September.

Buat Munguia, pertarungan melawan Allotey disebut sebagai langkah mundur menyusul kemenangan kontroversial melawan Dennis Hogan, April 2019. Munguia menang angka mayoritas dan duel itu juga dikritik karena kurangnya tes narkoba jelang pertarungan.

Pada 2018, Munguia tampil mengesankan di lima pertarungan, salah satunya merebut gelar kelas menengah ringan WBO setelah menang TKO ronde 4 atas Sadam Ali.

Satu penampilan kurang mengesankan (melawan Hogan) itulah antara lain yang membuat Munguia menggaet Morales. Ia melepas Robert Alcazar yang selama bertahun-tahun jadi pelatih kepala Oscar De La Hoya. Morales memang master di atas ring sebagai petinju. Namun, sebagai pelatih, ia pemula.

“Lebih dari apapun, Erik membantu saya berpikir di atas ring, mengingatkan saya untuk tidak mudah cemas dan menjaga ketenangan. Itu yang saya banyak belajar darinya,” kata Munguia kepada The Ring Magazine. “Ketika berlatih, Anda harus melakukannya secara benar, profesional, dan konsentrasi.”

Sejak mundur dari ring pada 2012, Morales banyak melatih adiknya, Ivan Morales, termasuk juga Jessie Vargas untuk duel melawan Tim Bradley dan bekerja dengan petinju-petinju nasional Meksiko seperti Mario Rodriguez.

Morales melihat sosok Munguia sebagai petarung yang masih mentah namun banyak punya keinginan dan kemauan.

“Ia mengingatkan saya waktu saya muda,” ujar Morales. “Ia membaik…saya jamin Anda akan melihat Munguia yang berbeda. Tapi, daya ledaknya takkan berbeda. Kami menunjukkan kepadanya dan membimbingnya.”

Morales mengatakan ia akan memperbaiki senjata Munguia secara keseluruhan, selalu menjaga tangannya di atas dan melakukan pukulan lebih baik dari jarak renggang.

Berita Terkait