13 August 2019 12:29 WIB
Oleh : aba

Ha Thi Linh, Jadi Wanita Petinju Vietnam Pro Pertama

Ha Thi Linh (kanan).

WANITA petinju asal Vietnam, Ha Thi Linh, 26, akan memulai petualangannya di kancah pro. Sabtu (17/8), ia akan melakoni debutnya di badan tinju WBO Asia Pasific di Cina.

Linh akan berhadapan dengan petinju tuan rumah Zhao Yuanyuan di kelas ringan (61kg) di Shenzhen Bao’an Districk Sport Centre, Shenzhen, Cina. Di atas kertas, Yuanyuan lebih berpengalaman karena sudah dua kali mencatat kemenangan di dua laga debutnya.

Dengan tinggi 170cm, Yuanyuan juga lebih jangkung.

“Ya, saya sedikit gugup karena ini kali pertama saya bertarung di arena pro,” ujar Linh di vietnamnews.vn.

“Tapi, yang penting saya persiapkan diri, dan saya siap lakukan penyesuaian di atas ring, bergantung bagaimana lawan.”

Linh, yang kini memiliki seorang bayi perempuan berusia 16 bulan, merebut medali perunggu di Thailand Open International Boxing, Juli lalu.

“Sulit mengatakan apa yang akan terjadi dalam pertarungan nanti. Saya tak memancang target tertentu karena ini akan jadi tekanan berat dan saya mungkin baru bisa mengerahkan 50 persen power saya.”

“Saya hanya coba meningkatkan fisik dan sisi kelebihan saya, lalu bertarung yang terbaik di atas ring,” tambah peraih emas SEA Games 2013 ini.

Nguyen Nhu Curong, pelatihnya, punya rencana khusus untuk Linh.

“Linh adalah atlet terkenal,” kata Curong yang sudah melatih Linh sejak 13 tahun lalu. “Ia pekerja keras, ulet, dan sangat kuat.”

“Linh memiliki segala elemen untuk jadi sukses. Kecepatan bagus, endurance dan strong juga baik. Ia sangat mencintai tinju. Sulit mendapatkan lagi petinju seperti dirinya. Ia atlet yang jarang ada.”

Linh pindah dari provinsi Lao Cai ke Hanoi di usia 13 untuk mengejar karier tinjunya.

“Saya turun di beberapa kelas, mulai 57kg di kancah junior hingga 69kg setelah melahirkan tahun lalu. Saya sudah memenangkan semuanya,” kata Linh.

“Kadang saya merasa lelah dan bosan. Tapi, saya dorong diri saya tidak mudah menyerah untuk pengorbanan bertahun-tahun jauh dari keluarga demi olahraga yang saya cintai ini. Keluarga adalah pendorong utama saya,” ujarnya lagi.

“Kadang saya terluka dan mata sembab. Tapi tinju adalah takdir saya dan saya takkan berhenti hingga kapan pun.”

Sumber: vietnamnews.vn

Berita Terkait