02 August 2019 23:28 WIB
Oleh : aba

Kali Pertama Sejak 2009, Indonesia Tak Punya Wakil di Final Thailand Open

Shesar Hiren Rhustavito.

UNTUK kali pertama sejak 2009 Indonesia tak mampu mengirimkan wakil ke pertandingan final turnamen bulutangkis Thailand Open (tahun 2010 tak ada pertandingan).

Tahun ini, bahkan Indonesia tak bisa mengutus wakil ke laga semifinal setelah empat wakil di perempat final kandas, Jumat (2/8).

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, pemain No 1 Dunia, kandas 17-21, 21-19, 14-21 di tangan ganda Jepang unggulan 5, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, sekaligus jadi kekalahan mereka kali kedua beruntun. Marcus/Kevin baru kali pertama turun di Thailand Open.

Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, yang diunggulkan di posisi 5, menyerah 21-9, 21-23, 19-21, dari ganda Korea, Chang Ye-na/Kim Hye-rin.

Di nomor tunggal, Shesar Hiren yang sehari sebelumnya menyingkirkan pemegang dua emas Olimpiade, Lin Dan, kalah 21-11, 14-21, 13-21 dari pemain Malaysia, Lee Zii Jia, yang juga menang atas Tommy Sugiarto sehari sebelumnya.

Di tunggal putri, meski mampu memberikan perlawanan berarti, Fitriani harus mengakui keunggulan Sayaka Takahashi dari Jepang, 20-22, 21-15, 14-21.

Pada 2011, Indonesia juga pulang tanpa gelar, namun masih meloloskan dua wakil ke laga final: Nova Widianto/Vita Marissa di ganda campuran, Alvent Yulianto/Hendra Aprida di ganda putra.

Sejak 2012 hingga 2018, bulutangkis Indonesia selalu pulang dengan sedikitnya satu gelar.

Pada 2018 lalu, Indonesia bahkan bisa membawa pulang dua gelar melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu di ganda putri dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di ganda campuran. Greysia/Apri juga juara pada 2017.

Pada 2013, Greysia membawa pulang gelar bersama Nitya Krishinda, satu gelar lainnya dari Markis Kido/Pia Zebadiah.

Berita Terkait