02 August 2019 20:54 WIB
Oleh : eko

Persiapan Kontingen DKI Jaya Menuju PON 2020 Alami Peningkatan

PERKEMBANGAN atlet DKI Jakarta dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua sudah menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Meskipun di sana-sini masih banyak yang perlu diperbaiki lewat program latihan yang terarah dan terukur.

Hal ini disampaikan Ketua Umum KONI Provinsi DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo dalam Ngorol Santai (Ngobras) bersama wartawan di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2019). Menurut Djamhuron, KONI DKI sudah menjalankan program kerja dengan membentuk Trisula (TP3A, SC, dan Iptek).

“Ketiga unsur tersebut sudah menjalankan perannya masing-masing dengan bersentuhan langsung kepada atlet di lapangan. Dari laporan yang kami terima, sudah ada kemajuan dari setiap cabang olahraga dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya,” kata Djamhuron.

Sebagai contoh, katanya, dari beberapa kegiatan Pra PON yang sudah berlangsung DKI Jakarta masih yang teratas. Di antaranya Pra PON Judo, wushu, dan beberapa cabang olahraga lainnya yang meski tidak juara umum tapi perolehan medalinya sudah melebihi ekspektasi.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang bagaimana menyikapi sejumlah cabang olahraga yang belum memenuhi prestasi yang diinginkan KONI DKI, Djamhuron mengatakan pihaknya selalu berkomunikasi dengan cabor. Setiap cabor dipanggil untuk diadakan evaluasi.

“Kita akan terus menerus berkomunikasi dengan cabor. Terutama tentunya Bidang Pembinaan Prestasi yang bersentuhan langsung dengan cabor. Bila ada yang tidak benar, ya diperbaiki dimana letak kesalahannya. Pokoknya kita tidak akan tinggal diam. Semua pengurus terlibat untuk menyelesaikan setiap masalah yang muncul di lapangan,” lanjut pensiunan jenderal bintang satu TNI AL tersebut.

Djamhuron menambahkan, setelah seluruh cabang olahraga menyelesaikan babak kualifikasi, KONI DKI akan menghitung target-target yang ingin dicapai. Untuk itu, akan ada nanti atlet yang TC ke luar negeri sesuai kebutuhan. Tidak berbondong-bondong ke luar negeri. Hanya mereka yang punya potensi medali emas saja yang akan dikirim ke luar negeri.

“Memang ada cabor yang harus TC ke luar negeri, tapi ada pula yang cukup hanya try out di dalam negeri atau TC ke daerah yang dianggap pantas untuk dijadikan tempat meningkatkan prestasi atlet,” ucap Djamhuron.

Pada diskusi tersebut juga hadir Sekretaris Umum Djamran, Bendahara Umum Novita Dewi, Kabid Binpres Khaironi, wakil bendahara Budi Siswanto, wakil sekum RBJ Bangkit, dan beberapa pengurus lainnya.

Novita Dewi pada kesempatan tersebut mengatakan, untuk mencapai juara umum PON di Papua perlu back up dana yang cukup. Sementara ini KONI masih bergantung sepenuhnya kepada dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Ke depan, kita mengharapkan nantinya ada sumber dana lain seperti dari Bapak Angkat di cabang olahraga,” katanya. 

Berita Terkait