04 July 2019 10:11 WIB
Oleh : eko

KPSN Gelar Syukuran Inpres Percepatan Sepakbola Nasional

KOMITE Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) bersama dengan para relawan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan para legenda sepak bola Tanah Air menggelar acara syukuran serta halal-bihalal di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (3/7) malam.

Tidak hanya bersilaturahmi, acara ini juga sekaligus menjadi bentuk syukur para pecinta sepak bola Indonesia, terkait keluarnya intruksi presiden (Inpres) nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan peningkatan prestasi sepak bola nasional.

Permasalahan persepakbolaan nasional seperti match fixing atau pengaturan skor, mafia bola dan juga minimnya prestasi menjadi perhatian dari Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) yang menginginkan perubahan.

Ketua KPSN, Suhendra Hadikuntono mengatakan, acara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur para pencinta sepak bola Indonesia, karena pemerintah tak lagi tutup mata dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola.

“Acara yang digelar oleh Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) hari ini adalah suatu bentuk rasa syukur kita terhadap keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional,” kata Suhendra kepada awak media, Rabu (3/7) malam.

“Mumpung masih di bulan yang suci jadi kita melakukan kegiatan halal bi halal bersama komunitas-komunitas stekholder sepak bola yang ada di Indonesia bersama para relawan JoJokWidodo-ma'ruf Amin serta para pemerhati sepak bola Indonesia,” sambungnya.

Menariknya, acara halal bi halal ini mengusung tema, mendukung Presiden RI bersihkan PSSI dari mafia bola. Menanggapi pertanyaan tersebut, Suhendra menjelaskan, bahwa tema ini tentunya menjadi bagian dari komitmen KPSN dan para pemerharti sepak bola untuk terus menuntaskan dan membersihkan permasalahan yang ada di dalam sapak bola Tanah Air.

Apalagi, lanjut Suhendra, Presiden Joko Widodo juga sudah meminta agar segera memberantas match fixing yang saat ini menyelimuti sepak bola Indonesia. Pasalnya, match fixing membuat sepak bola Indonesia semakin jauh tertinggal dalam memperebutkan prestasi dikancah International.

“Ya kita melihat memang apa yang sudah dilakukan Presiden adalah bentuk nyata menyikapi dinamika yang terjadi di dunia sepak bola Indonesia, yang tidak kunjung menyelesaikan kisahnya selalu bermasalah,” jelas Suhendra.

“Untuk itu KPSN melanjutkan sekaligus menuntaskan apa yang sudah menjadi komitmen dari Presiden Jokowi dan itu juga masuk ke dalam nawacita kita untuk menuntaskan match fixing dan tidak hanya match fixing, semua dari pengaturan regulasi yang memperlambat daya saing kita dalam industri sepak bola Indonesia, dalam prestasi sepak bola Indonesia,” pungkasnya.

Berita Terkait