02 July 2019 05:10 WIB
Oleh : eko

Qarrar Sabet  The Most Overtake di Kejurnas Gokart

PEGOKART Qarrar Firhand Ali harus puas menempati posisi ketiga kelas kadet dan kelas rising star di final Kejurnas Karting putaran 4 yang juga putaran ketiga Asia Rok Cup di Sirkuit Karting International Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Pelajar SD Al-Azhar Jakarta itu tampak kurang happy karena belum bisa meraih hasil maksimal. 


Padahal secara keseluruhan, hasil yang diraih Qarrar terbilang sudah bagus di posisi 3 Kadet dan juga tempat ketiga kelas rising star. Tak cuma itu. Qarrar juga bersinar dengan meraih posisi terhormat 'The Most Overtake' di kelas Kadet. Tapi, tetap saja putra bungsu pasangan mantan pembalap Firhand Ali dan Aimaa Fatimah ini mengaku belum sepenuhnya puas.


"Aku sudah push habis-habisan. Tapi, di balapan memang ada aja kejadian yang tak enak. Al --begitu ia membahasakan namanya-- Sudah berusaha sebaik-baiknya, bahkan dari posisi belakang Al bisa maju sampai keempat dan overtake beberapa pembalap, tapi ya itulah, belum bisa juara," tutur Qarrar kapada media, usai balapan. 


Yang pasti, manajer Qarrar, Faris Lutfi yang juga ikut dalam pembaharuan Sirkuit Karting Internasional Sentul menjadi lebih apik dengan pengaspalannya yang luar biasa, Qarrar sudah jauh lebih baik dari sebelumnya setelah menjalani latihan dan lomba selama dua bulan di Italia.


"Teknik startnya sudah semakin Bagus, juga kemampuan overtake-nya semakin matang. Alhamdulilah ia bisa meraih 'most overtake' di kelas kadet. Itu Sudan pencapaian terbaik dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Tinggal bagaimana selanjutnya ia haras bisa lebih menguasai kerasnya sirkuit karting Sentul ini yang sudah lebih tenanting," tutur Lutfi.

    
Ke depan, Lutfi berharap Qarrar bisa semakin meningkatkan kemampuannya dengan berlatih lebih lagi di Circuit Karting Sentul agar bisa lebih cepat beradaptasi dengan sirkuit yang baru kelar direnovasi dan aspal ulang sebelum balapan Kejurnas putaran 4 kemarin.

 
Menurut Lutfi, selama dua bulan Qarrar menjalani latihan dan ikut balapan di sejumlah sirkuit di Italia cukup menambah kepercayaan dirinya. Apalagi ia harus bertarung dengan 100 an pembalap lebih yang sama-sama start. Itu jelas membuat mentalnya semakin kokoh. 

      
"Secara keseluruhan sudah jauh lebih baik. Kepercayaan dirinya pun makin meningkat. Itu terlihat saat ia turun di balapan Sentul ini. Namanya juga anak usia 8 tahun jadi memang harus lebih sabar untuk memolesnya," tambah Lutfi lagi. 

Berita Terkait