27 June 2019 08:49 WIB
Oleh : eko

PB MI Gelar Kejurnas di Bogor

SEBANYAK 27 Pengprov Muaythai Indonesia tampil di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) VII dan Liga Nasional (Liganas) Seri X Muaythai 2019 di Hotel Rizen Kedaton Bogor, Provinsi Jawa Barat, mulai 25-30 Juni.

Kejurnas ini sekaligus merupakan bagian dari ajang persiapan menghadapi SEA Games 2019 Filipina.

" Kami telah menggelar Pelatnas untuk SEA Games sejak Januari lalu, dan kami akan mengirimkan sebanyak 9 atlet ke Filipina nanti. Tidak menutup kemungkinan jika ada atlet terbaik dari ajang ini kami panggil ke Pelatnas," kata Ketua Umum PB MI, Sudirman.

Sementara itu, Papua mengirimkan sebanyak 15 atlet, 8 di antaranya asal Kabupaten Mimika, di mana 6 atlet telah masuk traning camp (TC) untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX bersama 7 atlet lainnya asal Kabupaten Sarmi dan Kota Jayapura. 

Sedangkan 2 atlet Mimika yakni Kurniawan Patty dan Fitria Suoth berasal dari Goldy Heart Muaythai Camp. Dalam mengikuti Kejurnas, keduanya merupakan utusan dari KONI Mimika.


Atlet asal Mimika ini nantinya akan bertanding di kelas under 45 kg hingga under 60 kg. 

Kelas under 45 kg senior putri diikuti oleh Fitria Suoth (20). Sementara, senior putra diikuti Salmri Pattisamallo (25), dan Kurniawan Patty (20).

Untuk kelas under 48 kg senior putra diikuti Ardi Watania (21), kelas under 57 kg senior putra diikuti Jekson Karmela (21), dan kelas under 60 kg senior putra diikuti Greg Pinontoan (21).

Sedangkan, di kelas under 51 junior putra diikuti Alan Alfayed (17), dan kelas under 54 junior putra diikuti Atillah (17).

"Untuk atlet Mimika di kategori junior diikuti 2 atlet, dan senior 6 atlet. Untuk atlet putrinya hanya 1 orang yaitu Fitria Suoth," kata pelatih Muaythai Mimika, Jones Ayorbaba.

Kejurnas ini sekaligus menjaring atlet masuk dalam TC terpusat menghadapi Sea Games 2019 di Philipina pada 30 November-11 Desember. Selain itu, sebagai ajang uji tanding menjelang PON XX, tahun 2020 di Papua. 

Atlet Mimika sendiri telah mengikuti TC sejak September 2018 lalu di Timika. Bahkan, pada Februari 2019, 6 atlet telah bergabung mengikuti TC PON di Jayapura bersama atlet dari kabupaten/kota lainnya. 

Menurut Jones, ada 1 atlet Mimika lagi yang akan bergabung dalam TC PON yaitu Rahmat Risal Gozali. Namun, yang bersangkutan sedang mengikuti pendidikan Paskhas TNI AU di Bandung.

"Ada 1 atlet lagi yang akan kami masukan ke tim TC PON, dan sudah lulus seleksi dari Pengprov," ujar Jones, yang juga pelatih Muaythai Papua. 

Pelatih Muaythai Jones Ayorbaba dan asisten pelatih dan perlengkapan Saporeri Wambrau asal Mimika ini sebelumnya telah dipanggil pengurus provinsi untuk membantu persiapan Muaythai Papua dalam menghadapi PON XX.

Jones mengaku, dalam menghadapi Kejurnas dan PON, ada sejumlah dinamika yang terjadi.

Di antaranya, sejumlah orangtua atlet tidak mengizinkan anak mereka mengikuti TC di Jayapura.

Meski demikian, semua bisa diatasi setelah mendapat penjelasan dari pengurus Muaythai.

"Kami berusaha melakukan pendekatan kepada para orangtua yang hampir seluruhnya tidak mengizinkan anak-anaknya pada awal TC yang lalu karena kendala uang saku yang terlambat diberikan, tapi sudah diterima anak-anak pada bulan Mei yang lalu," ujar dia. 

Menghadapi Kejurnas yang tinggal sehari lagi, motivasi terus diberikan pengurus kepada atlet, sehingga mereka dapat berprestasi di cabang olahraga bela diri ini. 

Untuk itu, Jones optimis bisa memberikan yang terbaik dalam ajang tahunan ini. 

"Persiapan sudah baik dan mohon dukungan doa dari kita semua untuk adik-adik kita agar bisa menampilkan yang terbaik, sehingga dipilih masuk ke TC terpusat bulan Juli atau Agustus mendatang," pungkas dia. 

Berita Terkait