20 June 2019 23:56 WIB
Oleh : aba

Mohamed Salah, Megabintang yang Masih Miskin Trofi

SIAPA coba yang tak kenal Mohamed Salah? Soal cetak gol, dia jempolan. Ia salah satu striker paling ditakutin kiper di depan gawang.

Tapi? Udah berapa banyak trofi yang udah direbutnya?

Nah, asal tahu saja, lemari trofi Mo Salah belum sebanyak yang mungkin Anda bayangkan.

Bintang asal Mesir berusia 27 ini sudah memenangkan beberapa gelar perseorangan, termasuk Golden Boot Awards di Premier League. Tapi, soal angkat trofi, ia baru tiga kali. Itu pun, dua di antaranya waktu main di Basel.

Yang terbesar, dan masih hangat, tentunya ketika Liverpool, timnya kini, menjuarai Liga Champions 2018-19. Trofi ini bisa saja awal dari trofi-trofi berikutnya di tangan Juergen Klopp. Kita lihat saja musim depan.

Bersama tim nasional Mesir, Mo Salah juga belum pernah angkat trofi. Paling banter, hampir. Pada 2011, bersama tim Pharaohs, ia duduk di posisi ketiga di African Under-20. Lalu, pada 2017, menjadi runner-up Africa Cup of Nations. Waktu itu, Mesir kalah dari Kamerun di final.

Mo Salah mulai berkenalan dengan sepakbola pro ketika bermain bersama tim Al Mokawloon Al Arab di Liga Primer Mesir. Tiga tahun ia berada di Al Mokawloon sebelum teken kontrak dengan Basel pada 2012.

Di Liga Super Swiss, Mo Salah merasakan nikmatnya angkat trofi bersama Basel musim 2012-13 dan 2013-14. Mo Salah mencetak 20 gol dalam 79 kali tampil.

Mo Salah menyeberang ke Chelsea dengan mahar 11 juta poundsterling pada Januari 2014 –tapi ia masih berhak atas trofi Liga Super Swiss karena tampil setengah musim bersama Basel. Ia melakoni debutnya di Premier League pada 8 Februari. Ia tampil sebagai pemain pengganti ketika Chelsea menang 3-0 atas Newcastle.

Namun, tak lama Mo Salah berada di Chelsea. Di era Jose Mourinho, ia malah dipinjamkan ke Fiorentina musim 2014-2015.

Chelsea memenangkan trofi Premier League 2014-15 memang. Mo Salah cuma tampil tiga pertandingan di awal musim. Karena itu, Mourinho membuatkan replica medali untuk Mo Salah. Tapi, kehormatan itu tak secara resmi diakui sebagai bagian dari keberhasilan Mo Salah.

Dari Fiorentina, Mo Salah dipinjamkan lagi ke AS Roma musim 2015-2017. Di tahun pertamanya musim 2015-2016, Mo Salah berhasil merebut trofi Player of the Season. Ia jadi top skor Roma dengan 15 gol dan 6 assist.

Di musim kedua, Mo Salah membawa Roma jadi runner-up Serie A Italia. Artinya, lagi-lagi ia gagal mengangkat trofi bergengsi. Dari Roma, Mo Salah kemudian terbang ke Anfield, ke Liverpool, dengan mahar 35 juta poundsterling di musim panas 2017.

Di Inggris, setelah bermain di Liverpool, Mo Salah baru benar-benar memperlihatkan kecemerlangannya. Ia memecahkan sejumlah rekor di musim perdananya di Merseyside.

Tapi, Liverpool hanya duduk di posisi 4 di musim perdana Mo Salah di Anfield. Di Liga Champions 2017-2018, Liverpool jadi runner-up setelah kalah 1-3 dari Real Madrid.

Di awal musimnya di Anfield, Mo Salah meraih gelar Golden Boot, FIFA Puskas Award, dan Player of the Season. Ia juga memecahkan rekor gol Cristiano Ronaldo.

Ia juga memecahkan rekor gol terbanyak dalam 38 pertandingan Premier League dengan 32 gol, gol terbanyak pemain Liverpool dalam satu musim (44 di semua kompetisi), pencetak gol terbanyak dalam sebuah pertandingan di musim perdana (34), dan pemain Liverpool tercepat yang mencetak 40 gol (45 pertandingan).

Musim depan, Mo Salah bisa saja lebih optimis setelah ia kembali merebut Golden Boot (bersama rekan setimnya Sadio Mane dan Pierre-Emerick Aubameyang dari Arsenal).

Berita Terkait