28 May 2019 20:35 WIB
Oleh : eko

PBTI Tampilkan Atlet Lapis Kedua di SEA Games 2019

PENGURUS Besar Persatuan Taekwondo Indonesia (PB PBTI) menampilkan komposisi atlet  senior dan junior menatap dua event akbar. Yaitu, SEA Games 2019 yang berlangsung pada 30 November hingga 11 November mendatang diikuti Olimpiade 2020 (24 Juli-9 Agustus).


Demikian ditegaskan Ketua PBTI Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki usai pelantikan pengurus periode 2019-2023. Menurutnya, prioritas taekwondo pada Olimpiade 2020, tapi SEA Games 2019 tetap akan dibidik.

 

"Target jangka panjang Olimpiade 2020. Itu mengapa, kami akan genjot untuk lakukan pemusatan latihan," kata Marzuki usai pelantikan pengurus 2019-2023 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).


"Di sisi lain, SEA Games merupakan event akbar yang diikuti Indonesia. Kami mengirimkan mayoritas atlet pelapis. Tujuannya, untuk lebih siap pada Olimpiade mendatang. Untuk target? Empat emas."

 

Pernyataan tersebut beralasan. Pasalnya, taekwondo merupakan cabor andalan Indonesia pada berbagai event akbar.

 

Misalnya, Asian Games 2018 dengan meraih satu emas lewat Defia Rosmaniar. Sementara, pada SEA Games 2017 di Malaysia dengan dua emas.

 

"Banyak prestasi dunia yang telah ditorehkan pengurus PBTI sebelumnya. Ini jadi kewajinan saya dan pengurus anyar untuk melanjutkan prestasi tersebut. Paling dekat di Manila (SEA Games 2019)," Marzuki, menambahkan.

 

Pergantian kepengurusan dari Marciano Norman kepada Marzuki disambut antusias Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman. 

 

"Harapan kami, taekwondo Indonesia bisa lebih baik. Kami optimistis, di bawah kepemimpinan pak Marzuki yang menggantikan pak Norman akan melanjutkan prestasi cabor ini," ujar Tono, semrimgah.

 

 

Berita Terkait