• Rabu, 30 November 2022

Deontay Wilder: Tinju Bukan Olahraga, Ini Bisnis, Siap Quadruple dengan Tyson Fury

- Rabu, 28 September 2022 | 17:39 WIB
Deontay Wilder (kiri) dan Tyson Fury.
Deontay Wilder (kiri) dan Tyson Fury.


DI mata Deontay Wilder, mantan juara kelas berat WBC, tinju bukan olahraga. Ini bisnis. Dalam bisnis, apa saja bisa terjadi. Dan, sebagaimana di semua bisnis, para pelakunya harus merawat bisnisnya dengan baik.

Deontay Wilder (42-2-1, 41 KO), dalam konteks bisnis, menegaskan duel quadruple atau keempat dengan Tyson Fury bukan sesuatu yang tidak bisa terjadi. Di bisnis tinju, quadruple biasa terjadi.

Wilder 2 kali kalah beruntun dalam trilogi dengan Tyson Fury. Yang terakhir, Wilder kalah KO ronde 11 pada 9 Oktober 2021 di T-Mobile Arena, Las Vegas.

Meskipun faktanya sudah dua kali kalah beruntun dari Fury, Wilder mengaku ia masih punya gairah untuk melakukan pertarungan keempat.

“Saya kira sangat terbuka peluang melakukan pertarungan keempat,” kata Wilder kepada Sky Sports. “Tinju adalah bisnis. Banyak yang bilang ini olahraga. Bukan, ini bukan olahraga.”

“Kelas berat lingkupnya sangat kecil. Saya masih ikan besar dalam bisnis ini, khususnya di Amerika. Sepanjang kita sama-sama aktif, mengapa tidak? Semuanya serba memungkinkan.”

Kini, Wilder akan naik ring lagi melawan Robert Helenius di Barclays Center, Brooklyn, New York, 15 Oktober. Pertarungan ini jadi eliminasi pertama kelas berat WBC. Pemenangnya akan dipertemukan dengan Andy Ruiz Jr sebagai eliminasi terakhir sebelum bisa berjumpa dengan Fury untuk sabuk berwarna hijau khas sabuk kelas berat WBC.

Tapi, opsi itu bukan harga mati buat Wilder. Pasalnya, Wilder juga sudah mendapat ajakan bertarung dari Oleksandr Usyk, juara kelas berat WBA/IBF/WBO.

Usyk mengajak Wilder bertarung setelah negosiasi duel unifikasi dengan Fury gagal. Usyk ingin duel lawan Fury tahun depan. Tapi, Fury ingin bertarung tahun ini juga.

“Jika ia bilang mau memberi saya peluang, saya pegang kata-katanya. Saya bukan petinju yang meremehkan petinju lain. Saya tidak melihat masa lalu seorang petinju, tapi masa kini dan masa depan. Tak ada yang salah dengan rasa percaya diri dan terus menatap ke depan setelah bab sebelumnya ditutup.”

Halaman:

Editor: Aba Mardjani

Tags

Terkini

Ini Dia Calon Lawan Canelo Alvarez di Cinco de Mayo 2023

Minggu, 27 November 2022 | 09:56 WIB

Jika Jadi Juara WBC, Regis Prograis Yakin Bakal Nangis

Sabtu, 26 November 2022 | 22:40 WIB
X