• Selasa, 9 Agustus 2022

PETINJU MUSLIM – Ini Alasan Australia Izinkan Ahmad dan Rahimi Tak Ikut TC Commonwealth Games Birmingham 2022

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:55 WIB
Tina Rahimi di acara pembukaan Commonwealth Games 2022. (Foto: IG @tinarahimi_)
Tina Rahimi di acara pembukaan Commonwealth Games 2022. (Foto: IG @tinarahimi_)



AUSTRALIA menurunkan dua petinju muslim di Commonwealth Games yang digelar di Birmingham, Inggris, 28 Juli – 8 Agustus 2022. Kedua petinju itu adalah Taha Ahmad dan Tina Rahimi.

Namun, Ahmad dan Rahimi mendapat keistimewaan dalam TC di Sheffield, 23 km jauhnya dari Davenport di kawasan Tasmania, Australia. Itu terjadi pada bulan puasa lalu. Keduanya mendapat kelonggaran pelatih Kevin Smith untuk fokus menjalankan ibadah puasa sebelum fokus di Pelatnas.

“Ini sesuatu yang wajib Anda lakukan, dalam tinju dan dalam kehidupan,” ujar Petria Thomas, Chef de Mission Kontingen Australia ke Commonwealth Games 2022.

-
Taha Ahmad (kiri) dan Marvel Clair di Birmingham 2022. (Foto: smh.com.au)

Petria Thomas adalah mantan perenang Australia asal Liverpool, sebuah kota di pinggiran Greater Western Sydney, Australia.

“Dunia sekarang sudah sangat beragam, secara umum,” tambah Thomas, peraih tiga emas Olimpiade Athena 2004. “Juga di olahraga dan tinju. Anda harus akomodatif dan menerima orang lain karena semakin Anda dapat mendukung atlet Anda, semakin banyak Anda dapatkan dari mereka.”

Memang, Ahmad dan Rahimi bukan muslim pertama yang mengenakan sarung tinju di Australia. Tapi, kehadiran mereka kini ikut mengusung perubahan wajah olahraga Australia.

Taha Ahmad, 21 tahun, gagal ke perempat final setelah kalah di babak penyisihan kedua kelas menengah ringan dari petinju Merven Clair asal Mauritius, Selasa (2/8).

Ahmad kalah angka namun bisa memberikan perlawanan cukup berarti. Di 30 detik terakhir ia bertarung habis-habisan setelah tahu ketinggalan angka.

Tapi, Clair memang bukan tandingan Ahmad. Usianya sudah 29 dan dua kali tampil di Olimpiade. Ia juara African Games 2019, Indian Ocean Island Games 2015 dan 2019.

“Ini pertarungan internasional pertama saya, di 16 pertarungan saya, sementara dia sudah ratusan kali bertarung,” kata Taha Ahmad. “Saya akan kembali lebih kuat. Saya belajar lebih banyak dari kekalahan saya.”

Halaman:

Editor: Aba Mardjani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Duel William Zepeda Vs Joseph Diaz Jr, Duel 50-50

Senin, 8 Agustus 2022 | 12:46 WIB

Petinju DKI Mengamuk di Medan

Senin, 8 Agustus 2022 | 05:46 WIB
X