• Minggu, 3 Juli 2022

IJC Menyebut Ada Kebohongan Publik Dibalik Munas PJSI Virtual

eko
- Kamis, 2 September 2021 | 16:42 WIB

MENYAMBUT sorotan Indonesian Judo Communitty (IJC) sebelumnya di mana Munas PJSI irtual yang digelar PJSI 29 Agustus lalu diwarnai adanya data yang manipulatif, Munas yang mengantarkan Mayjen TNI Maruli Simanjuntak ke kursi nomor satu PJSI tersebut juga memunculkan kebohongan publik.

Betapa tidak salah satu harian terbesar di Jawa Tengah, Suara Merdeka dan salah satu televisi swasta nasional Metro tv menyajikan berita-berita terkait Munas virrual itu tak berdasarkan fakta.

Kedua media itu memang tak bisa disalahkan secara 100 persen karena mereka menyamaikan itu atas dasar keterangan orang-orang berkompeten misalnya pimpinan sidang, Hutagalung dan Ketua Panpel Munas PJSI virtual Amalsyah.

Dalam pandangan IJC, berita di harian umum Suara Merdeka yang menyebutkan seakan-akan 34 pengprov hadir seluruhnya, dan setelah dilobi-lobi maka 22 pengprov sepakat memilih Maruli Simanjuntak sebagai ketum baru, dan 12 Pengprov lainnya tidak memilih dengan penilaian masing-masing.

Laporan Amalsyahsebagai Ketua Panpel Munas PJSI virtual saat pembukaan Munas Virtual bahwa hadir 21 Pengprov, tidak hadir 11 Pengprov dan dua Pengprov tak punya hak suara  patut diselidiki

Sama halnya dengan pernyataan Hutagalung sebagai pimpinan sidang, mengatakan 22 suara memilih Maruli Simanjuntak dan 12 Pengprov  lainnya tidak memilih Marulisa Simanjuntakjadi yang hadir 34 pengprov dan itu diberitakan Suara Merdeka/

Jadi mana yang benar, Ketua Panpel atau Pimpinan Sidang ang melakukan pembohongan publik padahal keduanya berada dalam satu ruangan sidang ( Gedung Koni Pusat) ? .TV metro : juga melaporkan bahwa hadir 34 Pengprov dan secara otomatis aklamasi karena caketum lainnya Achmad Husry tidak hadir, karena beliau tidak mau ikut-ikutan  melanggar AD/ART.

Achmad Husry yang tahu dan mengerti aturan organisasi karena pernah menjabat sebagai ketua harian KONI Kaltim, jadi beliau tahu bahwa itu melanggar AD/ART PB PJSI.
Jadi crew LIPUTAN METRO TV telah ikut melakukan pembohongan publik, atau nara sumbernya yang melakukan pembohongan , ini harus diusut.

Kalau kejadian-kejadian seperti ini dibiarkan terus menerus tanpa ada yang mau dan bearni mengoreksi demi perbaikan bersama, lalu mau di bawah ke mana nasib judo Indonesia ?

Halaman:

Editor: eko

Terkini

Duh! Komunitas Gulat Inginkan Pemimpin Baru

Jumat, 27 Mei 2022 | 17:40 WIB

Tim Karate Indonesia Tampil di SEAKF Kamboja 2022

Minggu, 20 Maret 2022 | 21:04 WIB

PTUN Tolak Gugatan Ferkushi Versi Krisna Bayu

Jumat, 28 Januari 2022 | 09:20 WIB

Luar Biasa, Pesumo Terunofuji Haruo Cetak Rekor Sempurna

Minggu, 28 November 2021 | 22:03 WIB

Pengprov PGSI DKI Segera Gelar Raker 

Kamis, 30 September 2021 | 10:45 WIB

Forki Bogor Siapkan 15 Karateka Ikuti BK Porprov

Rabu, 8 September 2021 | 14:12 WIB
X