03 June 2019 13:17 WIB
Oleh : eko

Joko Pramono: Jangan Campur-Adukkan Politik & Olahraga

GONJANG-ganjing yang dialami oleh institusi olahraga Indonesia, KONI Pusat disikapi oleh tokoh dan pengurus cabang olahraga yang berharap adanya perubahan dalam tubuh institusi itu ke depannya.

Seperti dijadwalkan, KONI Pusat akan menggelar Musyawah Nasional(Munas) yang nantinya juga akan memilih Ketua Umum  baru periode 2019-2023 pada Juli.

Saat ini, sudah muncul beberapa nama ke permukaan yang akan ikut meramaikan bursa calon ketua umum(caketum), para tokoh maupun pengurus cabang olahraga(cabor) figur caketum benar-benar mumpuni.

Salah satunya harapan dari Ketua Harian PB.PABBSI, Joko Pramono, yang berharap agar ketua yang terpilih tetap menjalankan program pembinaan olahraga berdasarkan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional(UU-SKN). 

"Siapapun figurnya yang penting, ia tau tentang olahraga, tentang pembinaan olahraga, dan paling tidak pernah berkecimpung di cabor. Serta tidak mencampur-adukan politik dengan olahraga," papar Joko Pramono ketika dihubungi melalui ponselnya, Senin(3/6).

Dikatakan, intinya, KONI Pusat harus tetap konsisten dengan aturan yang sudah berjalan yakni UU-SKN.

"Jika memang belum mau merubah UU-SKN. Pembinaan olahraga harus tetap konsekuen berada di koridor Undang Undang yang telah ditetapkan," ungkapnya.

Ia mencontohkan, adanya wacana penggabungan kembali KONI-KOI menjadi satu atap, pada prinsipnya pihaknya sangat setuju. Tapi, sebelum proses itu diwujudkan hendaknya kembali tetap  konsisten dengan Undang-Undang yang sudah ada.

"Selama proses itu berjalan, pembinaan harus tetap sesuai koridor yang sudah ada. Ketua KONI Pusat kedepan harus punya greget dengan menggandeng Pemerintah sebagai mitra kerja," kata Joko Pramono.

 

 

Berita Terkait