24 May 2019 22:02 WIB
Oleh : eko

KPSN Minta Ratu Tisha Jangan Main-Main dengan Proses Hukum

MANGKIRNYA Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria dalam dua pemanggilan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarnegara, memaksa Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) mengambil sikap.

Suhendra Hadikuntono, selaku Ketua Umum KPSN lantas mendesak Jaksa PN Banjarnegara untuk menjemput paksa Ratu Tisha pada pemanggilan selanjutnya. 

"Kami sampaikan bahwa kami merasa perlu untuk mengambil bagian dan berperan aktif dalam mengusung perubahan sepakbola Indonesia dan bertanggung jawab terhadap proses hukum yang kita ketahui selama ini. Terutama terkait mangkirnya Ratu Tisha terhadap panggilan Kejaksaan pengadilan," kata Suhendra kepada para awak media di Jakarta, Jumat (24/5). 

Menurutnya, keterangan Ratu Tisha sangat dibutuhkan demi mengusung perubahan sepakbola di Tanah Air yang tengah dilanda dengan munculnya berbagai polemik, termasuk 'match fixing' atau pengaturan skor.  Sebelumnya, Ratu Tisha mangkir dalam dua pemanggilan pada persidangan di PN Banjarnegara pada 16 dan 19 Mei 2019 lalu. Ia dipanggil untuk menjadi saksi dalam perkara pengaturan skor pertandingan sepakbola. 

Adapun nama-nama yang menjadi terdakwa dalam perkara tersebut, antara lain Dwi Irianto alias Mbah Putih, saudara Johar Lin Eng, Saudara Priyanto, dan Saudari Anik Yuni Artika Sari. "Sikap seperti itu (mangkir red), tentunya mencederai nilai sportifitas, terlebih yang bersangkutan merupakan Sekjen PSSI. Dengan adanya prosrs hukum ini, jangan sampai nanti justru melahirkan pemain-pemain baru yang membuat nantinya jadi berkepanjangan," ungkapnya. 

Untuk itu KPSN mendesak agar pihak Majelis Hakim PN Banjarnegara yang menyidangkan perkara keempat terdakwa, bisa menghadirkan Ratu Tisha dalam persidangan berikutnya. "Jika perlu JPU menjemput paksa yang bersangkutan untuk hadir dalam persidangan, meskipun hanya berstatus saksi. Jika kembali mangkir, kalau perlu dibuat penetapan bahwa yang bersangkutan masuk dalam DPO. Intinya kami hanya ingin benar-benar ada perubahan dalam sepakbola kita," jelasnya. 

Sebelumnya, KPSN telah menyerahkan surat permohonan untuk menjemput paksa Ratu Tisha ke Ketua PN Banjarnegara dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarnegara. Dalam Surat bernomor 006/KPSN/V/2019 itu, KPSN mengajukan sebanyak tiga permohonan yang pada intinya untuk dapat menghadirkan Ratu Tisha dalam persidangan, terkait perkara pengaturan skor yang menjerat keempat terdakwa yang disebutkan di atas. 

Berita Terkait