15 April 2019 14:12 WIB
Oleh : aba

Jika Wilder Membunuh Breazeale, Takkan Ada Sedikit Penyesalan

PERSOALAN pribadi akan terbawa-bawa ke atas ring ketika juara kelas berat WBC Deontay Wilder berjumpa penantang wajib Dominic Breazeale. Duel digelar di Barclays Center, Brooklyn, New York, 18 Mei.

Persoalan pribadi itu bermula pada Februari 2017 di Birmingham, Alabama.

Terjadi percekcokan antara Wilder dan Breazeale yang memukul KO Izuagbe Ugonoh dalam laga undercard Wilder vs Gerald Washington.

Breazeale mengaku Wilder dan rombongan menyerang ia dan istrinya di Hotel Westin Birmingham. Serangan itu, menurut Breazeale, terjadi karena Wilder tak terima adiknya, Marsellos, berkonfrontasi dengannya di pinggir ring ketika Wilder tengah bertarung.

Sejak itu, hubungan kedua petinju kelas berat ini membara. Apalagi, menurut Wilder, Breazeale juga berkomentar soal putrinya yang berkebutuhan khusus.

Karena itu, keduanya pun sama-sama menjanjikan duel KO brutal di atas ring. Wilder bahkan mengaku takkan terpengaruh dengan apapun yang nantinya terjadi atas diri Breazeale. Bahkan jika, misalnya, Breazeale meninggal dunia karena cedera dari perkelahian dengannya di atas ring.

“Takkan ada sedikit pun rasa sesal,” kata Wilder di Daily Mail. “Karena ini tinju. Ini yang kami lakukan. Untuk inilah kami teken kontrak.”

“Orang-orang tak pernah memahami olahraga ini. Mereka takkan pernah memahami apa yang kami lalui, membanting tulang. Kami bertarung untuk hidup kami di atas ring. Segalanya bisa terjadi. Anda harus menjaga kepala Anda dari pukulan. Satu hantam kecil bisa mengakhiri segalanya.”

“Anda bicara saya akan memubunuh orang ini (Breazeale)? Kalau memang terjadi, terjadilah. Ketika Anda berhadapan dengan situasi seperti ini dan (sudah menyangkut masalah) pribadi, saya tak suka kepadanya, ia tak suka kepada saya.”

“Saya bicara jujur. Itu makanya banyak yang suka kepada saya. Karena saya bicara fakta, jujur, realistis, dan bicara apa adanya. Saya tangani urusan saya di ring sepantasnya. Pegang kata-kata saya.”

“Saya tidak memandang enteng Breazeale. Saya menghadapinya seolah ia seorang juara. Itu artinya saya sangat serius. Ia akan jadi kelinci percobaan dalam eksperimen ini. Saya tak menyukainya. Apa yang ia lakukan tak dapat diterima dan saya tak sabar menunggu pertarungan itu. Saya serius. Percayalah kepada saya."

Berita Terkait