15 April 2019 06:55 WIB
Oleh : aba

Quillin Inginkan Rematch dengan Truax, di Minnesota Boleh, di Brooklyn Lebih Oke

PETER Quillin mengawali pertarungan dengan sempurna melawan Caleb Truax di Armory, Minneapolis, Sabtu malam pekan lalu, dalam laga eliminasi kelas menengah super IBF.

Dalam dua ronde, jab Quillin berjalan dengan baik. Pukulan counter-nya masuk. Kid Chocolate, julukan Quillin, memenangkan ronde 1 dan 2 ini. Tapi, ronde 3 tak pernah berlangsung. Duel dihentikan setelah terjadi benturan kepala di tengah ronde 2 dan ada pendarahan pada wajah Truax karena luka serius pada bagian mata kanannya. Dokter minta duel tak dilanjutkan.

Tak kurang dari 4.117 penonton kecewa, terutama pendukug Truax, petinju asal Minneapolis. Mereka datang untuk menyaksikan Truax memenangkan duel, tapi pertarungan berakhir no-decision, no-contest.

Quillin juga kecewa. Pascapertarungan, ia langsung menyatakan keinginannya untuk rematch. Ia bahkan siap kembali ke Minneapolis, kandang Truax. Atau, lebih bagus lagi jika duel digelar di Brooklyn, New York, kota kelahirannya.

“Biarkan ia mendapatkan perawatan. Saya dan pelatih akan kembali ke gym Senin (15/4). Kami takkan biarkan keringat mengering. Kami kembali Senin dan mendedikasikan latihan untuk rematch sambil menunggu telepon berdering,” kata Quillin.

Luka Truax secara kasat mata tak separah luka Badou Jack pada duel Januari 2019 melawan Marus Browne. Tapi, dokter ring nampaknya sangat khawatir dengan darah yang membasahi wajah Truax sehingga minta duel distop.

“Memang, tugas seorang dokter adalah memastikan petinju selamat,” komentar Quillin. “Itu nomor 1. Orang lebih suka melihatnya bertarung tanpa mata, tapi saya lebih suka si petinju itu bertarung lagi di lain hari.”

Duel sendiri disaksikan Caleb Plant, juara kelas menengah super IBF. Plant menonton untuk menyaksikan siapa calon lawan wajibnya. Hasil no-decision membuat Plant tetap gelap siapa yang harus ia hadapi berikutnya.

Plant jadi juara setelah menang angka atas Jose Uzcategui, Januari 2019.

“Mengecewakan saya gagal menghadirkan pertarungan bagus juntuk fan,” kata Truax. “Mereka datang untuk menyaksikan aksi 12 ronde. Ini menyakitkan tapi itulah tinju.”

Berita Terkait