27 March 2019 18:33 WIB
Oleh : eko

IMI DKI Jaya Lebih Dinamis Siapkan Program Kerja

Ketua IMI DKI Jaya Anondo.Eko(antara)

IKATAN Motor Indonesia DKI Jakarta menggelar rapat kerja provinsi (rakerprov) di Jakarta, Rabu(27/3) untuk menyiapkan berbagai kegiatan yang menjadi agenda kerja 2019.

Ketua IMI DKI Jakarta Anondo Eko di Jakarta, Rabu mengungkapkan bahwa sejumlah perwakilan komunitas otomotif di Jakarta yang diundang akan memberikan masukan berbagai kegiatan yang mencakup olahraga maupun pariwisata kepada pengurus IMI DKI yang bisa dijadikan agenda kerja.

"Kegiatan-kegiatan mereka itu lah yang akan kami masukkan ke dalam kalender program kerja, di mana ada wisata, ada olahraga balap." kata Anondo.

Rakerprov tersebut dihadiri juga oleh tokoh balap nasional sekaligus direktur utama Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto, ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, dan ketua KONI DKI Jakarta Djamhuron P Wibowo.

"Kalau olahraga sudah ada beberapa masukan kegiatan, sementara untuk kegiatan wisata, mereka mempunyai banyak makanya biar terorganisir dalam satu informasi dengan wadah raker ini lah kami bertemu dan berkumpul," kata Anondo di sela-sela rakerprov yang dijadwalkan selesai malam nanti.

Sementara itu Tinton Soeprapto turut memberikan wejangan kepada para pengurus dan anggota untuk meningkatkan prestasi mereka di bidang olahraga otomotif.

"Gue tuntut kalian untuk berprestasi," kata Tinton singkat.

Sebelumnya, pada 16-17 Maret kemarin, IMI DKI Jakarta menyelenggarakan program seminar balap motor FIM untuk pada kandidat sporting steward/clerk of the course di Sirkuit Sentul dengan mengundang Paul Duparc selaku Coordinator of Commission of Circuit Racing (CCR) di kantor pusat FIM.

Duparc berbagi ilmu dengan para peserta terkait kebutuhan lisensi internasional bagi para pelaku otomotif, terutama di dunia balap sirkuit.

Kedepan, Anondo mengungkapkan bahwa IMI DKI juga akan menyiapkan sejumlah kegiatan pra-PON untuk cabang otomotif yang menurut rencana akan melombakan empat cabang dari balap motor jalan raya dan motor cross.

"Untuk pra-PON kami akan diskusi dulu dengan KONI provinsi untuk menentukan tanggal kapan diselenggarakan. Tapi secara prinsip atlet-atlet sudah berlatih baik secara fisik maupun latih tanding di sejumlah ajang yang ada," kata Anondo.

Berita Terkait