24 February 2019 17:58 WIB
Oleh : eko

Al, Pegokart Cilik Bernyali Besar Raih Posisi 3 Rising Stars

NYALI besar ditunjukan pebalap cilik  Qarrar Firhand Ali, yang berhasil meraih posisi ketiga di kelas Rising Star pada seri kedua balap gokart yang berlangsung di Sirkuit Karting Intetnational Sentul, Minggu(24/2).

Prestasi yang ditampilkan oleh putra dari pebalap Firhand Ali itu, merupakan harapan bagi pebalap yang kini duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar itu untuk menjadi pebalap terkenal di kemudian hari.

Al-sapaan akrab-Qarrar Firhand Ali, memiliki nyali besar dibalik tubuhnya yang masih mungil. Sebagai pebalap termuda, Al mampu bersaing dengan pebalap yang rata-rata memiliki usia diatasnya.

Ini ditunjukannya ketika ia berlaga di partai final kelas kadet. Al, yang berada di posisi start di belakang, mampu menembus posisi ketujuh hingga empat lap terakhir sebelum akhirnya ia terpaksa masuk paddock karena ditabrak rivalnya dari belakang.

"Aku kecewa karena, aku berusaha untuk menutupnya. Tapi, tiba-tiba aku ditabrak dari belakang," kata Al dengan mimik wajah polosnya usai balapan.

Namun, Al berjanji untuk membalas kegagalan itu di seri berikutnya, dengan berlatih lebih keras lagi.

Bocah delapan tahun ini merupakan permata bagi masa depan balap Tanah Air. Qarrar putra dari Firhand Ali yang kenyang malang melintang di dunia gokart bersama kakaknya, Zahir Ali.

 Siswa kelas 2 SD Al Azhar Pusat itu tetap berobsesi untuk menjadi pebalap kelas dunia. Meski, berbagai cabang olahraga lainnya ia coba geluti seperti, basket dan boxing untuk memperkuat peregangan tangan saat di balik kemudi.

"Capek sih (latihan pulang sekolah). Namun lama-lama terbiasa. Kata ayah, sejak kecil harus giat berlatih. Ayah dan paman merupakan idola saya. Namun, saya ingin lebih hebat dari mereka."

Penggemar Lewis Hamilton ini ingin jadi diri sendiri yang juga berprestasi. Saat ini, Qarrar tergabung di tim Tanada Racing Team yang dimanajeri Faris Lutfi.

"Setelah Eshark ini, saya akan mengikuti beberapa ajang lagi dan setelah itu ke Malaysia pada Maret. Saat ini, saya setiap hari latihan untuk persiapan tampil di Negeri Jiran," kata Al yang meski masih belia tapi sudah memiliki banyak prestasi dengan berderet trofi dan piagam penghargaan sejak menggeluti Gokart. 

"Termasuk, beberapa waktu lalu saat berlatih di Italia. Itu jadi pengalaman berharga bagi saya. Secara, dibanding di sini (Sentul), sirkuit di Italia lebih menantang karena banyak tikungan."

Ia mengakui, jalan menuju pebalap profesional masih panjang mengingat usianya yang belum genap 10 tahun. Namun, pencinta olahraga basket ini bertekad untuk mengasah kemampuannya.

Terutama, demi melewati pencapaian ayah dan pamannya serta mengikuti jejak Hamilton di F1. Sembari, diiringi pendidikan formal di sekolah.

"Alasan ingin jadi pebalap, karena sering melihat ayah dan paman di lintasan. Saya termotivasi untuk bisa jadi seperti mereka," ujarnya.

Berita Terkait