22 February 2019 17:15 WIB
Oleh : aba

[Proliga Bola Voli 2019] Adu Mental di Grand Final

Pertamina Energi siap pertahankan gelar.

PROLIGA 2019, kompetisi bola voli paling elite di Tanah Air, memasuki babak akhir. Partai puncak akan digelar di GOR Among Rogo, Yogyakarta, 23 Februari 2019 (putri) dan 24 Februari 2019 (putra).

Juara bertahan putri, Pertamina Energi Jakarta akan ditantang PGN Popsivo Polwan Jakarta, Sabtu (23/2), pukul 15.00. Keesokannya, Minggu (24/2) pukul 15.00 , juara Final 4 putra, BNI 46 Jakarta akan ditantang juara bertahan, Bhayangkara Samator Surabaya.

Manajer tim Pertamina, Widi Triyoso mengakui tim asuhan M. Ansori akan berjuang mempertahankan gelar yang diraih tahun lalu. "Gelar juara tidak akan kami lepas ke tim lain. Kami akan berupaya mempertahankan gelar yang kita raih tahun lalu," tandas Widi.

Pertamina menyapu bersih enam laga di Final 4 dan menjadi juara dengan menempati posisi puncak klasemen Final 4.

PGN Popsivo siap adu mental.

Skor pertemuan Pertamina dan Popsivo musim kompetisi tahun ini 3-1. Pertamina unggul tiga kali atas di babak reguler dan Final 4. Popsivo hanya sekali mengungguli Pertamina pada putaran pertama.

Asisten manajer Popsivo, Alit SA mengatakan, Popsivo pun tak ingin kalah di Grand Final. "Anak-anak sudah siap memenangkan final. Mereka akan bertarung hidup mati," tandas Alit.

Apalagi, tambah Alit, tim asuhan pelatih asal Thailand, Chamnan Dokmai ini sudah lama tak menikmati gelar juara. Terakhir, klub milik Polri ini menjadi kampiun pada musim 2012 dan 2013. "Kami bertekad tahun ini juara lagi," tambah Alit.

BNI 46 akan cocor Bhayangkara Samator.

Di bagian putra juga tak kalah serunya. Kedua finalis, BNI 46 dan Bhayangkara Samator, mencatat skor pertemuan pada musim ini 3-1 untuk BNI 46. Satu-satunya kemenangan Samator atas BNI 46 diraih pada putaran pertama. Selebihnya dimenangkan pasukan Samsul Jais.

"Secara matematis kami unggul atas Samator. Tapi pertandingan final itu tinggal soal mental. Bersyukur mental anak-anak BNI 46 sangat baik dan siap," ujar manajer Jakarta BNI 46, Loudry Maspaitella.

Masalah mental juga diungkapkan manajer Bhayangkara, Nanang Masbudi. "Kalau final, masalah mental yang berbicara. Meskipun kami sudah tiga kali kalah dari BNI 46 di babak regular dan Final 4, di final ceritanya akan berbeda. Anak-anak Samator siap mempertahankan gelar," ujar Nanang.

Berita Terkait