27 January 2019 19:47 WIB
Oleh : eko

Qarrar Firhan Ali Berobsesi Raih Prestasi Terbaik di Dunia Otomotif

TERLAHIR dari keluarga pebalap,  Qarrar Firhand Ali, berobsesi memiliki prestasi lebih hebat dari keluarganya di kancah otomotif.

Bocah delapan tahun ini merupakan permata bagi masa depan balap Tanah Air. Qarrar putra dari Firhand Ali yang kenyang malang melintang di dunia gokart bersama kakaknya, Zahir Ali.

Namun, pepatah mengatakan, keturunan atau bakat saja tidak cukup. Melainkan, harus disertai kerja keras.

 

Fakta itu yang dijalani Qarrar. Siswa kelas 2 SD Al Azhar Pusat ini setiap hari terus berlatih.

Tidak hanya di sirkuit saja. Melainkan, secara fisik seperti basket dan boxing untuk memperkuat peregangan tangan saat di balik kemudi.

"iya, setiap pulang sekolah, saya latihan. Ngegyim atau jogging," tutur Qarrar saat ditemui disela-sela Eshark Indonesia Karting Championship 2019 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/1).

"Capek sih (latihan pulang sekolah). Namun lama-lama terbiasa. Kata ayah, sejak kecil harus giat berlatih. Ayah dan paman merupakan idola saya. Namun, saya ingin lebih hebat dari mereka."

Pernyataan bocah pembalap cilik kelahiran 7 Januari 2011 ini beralasan. Qarrar enggan terbuai dengan prestasi ayah dan pamannya.

Justru, penggemar Lewis Hamilton ini ingin jadi diri sendiri yang juga berprestasi. Saat ini, Qarrar tergabung di tim Tanada Racing Team yang dimanajeri Faris Lutfi.

"Setelah Eshark ini, saya akan mengikuti beberapa ajang lagi dan setelah itu ke Malaysia pada Maret. Saat ini, saya setiap hari latihan untuk persiapan tampil di Negeri Jiran," kata Qarrar yang meski masih belia tapi sudah memiliki banyak prestasi dengan berderet trofi dan piagam penghargaan sejak menggeluti Gokart. 

"Termasuk, beberapa waktu lalu saat berlatih di Italia. Itu jadi pengalaman berharga bagi saya. Secara, dibanding di sini (Sentul), sirkuit di Italia lebih menantang karena banyak tikungan."

Qarrar mengakui, jalan menuju pembalap profesional masih panjang mengingat usianya yang belum genap 10 tahun. Namun, pencinta olahraga basket ini bertekad untuk mengasah kemampuannya.

Terutama, demi melewati pencapaian ayah dan pamannya serta mengikuti jejak Hamilton di F1. Sembari, diiringi pendidikan formal di sekolah.

"Alasan ingin jadi pembalap, karena sering melihat ayah dan paman di lintasan. Saya termotivasi untuk bisa jadi seperti mereka," ujar Qarrar, optimistis.

Berita Terkait