07 January 2019 15:42 WIB
Oleh : eko

Priska Tak Sabar Berlaga di Australian Open 2019

PETENIS Indonesia, Priska Madelyn Nugroho (15) sudah tak sabar untuk memulai debutnya di Australia Open 2019.

Gadis kelahiran Jakarta, 29 Mei 2003 itu 
berharap penampilannya di turnamen berlevel grand slam itu mampu memberi 
kebanggaan bagi Merah Putih. Ia membidik target minimal menjejak perempat final tunggal putri kategori yunior.


“Australia Open adalah grand slam pertama saya selama menekuni tenis, Tentu 
saya sangat bersemangat bertanding di ajang tersebut,” tutur Priska di Bandar 
Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, sesaat sebelum bertolak menuju 
Benua Kangguru, Senin (7/1).


“Target ingin masuk perempat final Australia Open, namun saya akan berusaha 
semaksimal mungkin agar bisa mendapat hasil yang lebih bagus,” lanjut petenis 
yang kini bercokol di posisi ke-45 yunior putri dunia ini.


Tak sekedar sesumbar, namun optimisme yang membuncah dalam diri Priska 
itu muncul lantaran ia telah cukup mengenal kekuatan calon-calon lawannya.


“Kalau petenis Eropa dan Amerika Serikat sudah cukup tahu ketika bertanding 
di babak final Fed Cup Junior di Hungaria, tahun lalu,” tutur Priska.


“Sementara lawan dari Asia dan Australia, malah tidak hanya kenal permainan 
dalam lapangan pertandingan, namun juga sering berlatih bersama seperti di 
Bangkok, akhir tahun lalu bersama petenis Thailand, Korea dan Jepang,” 
pungkasnya.


Selain tampil di babak utama tunggal putri yunior, Priska juga bakal berlaga di 
nomor ganda berpasangan dengan petenis peringkat ke-88 asal Cina, Wei 
Sijia. 


Menghadapi laga debutnya di Australia Open 2019, Priska telah melakoni 
sejumlah persiapan matang. Selain menjalani latihan rutin bersama Elbert Sie 
dan Ryan Tanujoyo di Bandung, dia juga mengikuti training camp bersama 
mantan pelatih Andy Roddick, Tarik Benhabiles di DNA Tennis Bangkok yang 
dikelola mantan petenis top Thailand, Danai Udomchoke, akhir tahun lalu.


“Sejauh ini kami sudah mempersiapkan dengan matang semua faktor yang akan 
menjadi factor penentu keberhasilan Priska di Australia Open, terutama fisik 
dan mental. Mudah-mudahan bisa mendapat hasil yang maksimal, setidaknya 
masuk delapan besar,” ucap Ryan yang bersama Elbert bakal mendapingi anak 
didiknya itu menjalani debutnya di Australia Open.

“Mohon doanya agar keberuntungan juga memayungi langkah Priska karena 
semua juga tergantung hasil undian. Semoga Priska bisa berada pada top 
berformance selama di Autralia,” imbuhnya.


Australia Open kategori yunior akan berlangsung pada pekan kedua turnamen 
grand slam pembuka, yakni 19 hingga 26 Januari 2019. Sebelum tampil di ajang 
tersebut Priska akan mengikuti turnamen pemanasan ITF Junior Grade 1 
berlabel AGL Loy Yang Junior Internasional di Traralgon, 11-16 Januari.


Penampilan Priska di Australia Open 2019 ini memberi angin segar bagi dunia 
tenis Indonesia, mengingat sudah cukup lama wakil Merah Putih tak mampu 
unjuk gigi di turnamen internasional bergengsi.

Berita Terkait