16 December 2018 18:34 WIB
Oleh : eko

PBTI Bidik Pertahankan Tradisi Emas di SEA Games Filipina 2019

KETUA Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Marciano Norman mengatakan, pihaknya akan mempertahankan tradisi medali emas di ajang SEA Games. Terutama menghadapi SEA Games Filipina 2019 mendatang.

"Kami bertekad untuk tetap mempertahankan medali emas di ajang SEA Games nanti. Hasil dua emas di Malaysia lalu, harus dipertahankan, bahkan perlu ditingkatkan," kata Marciano Norman usai menutup Kejuaraan Nasional Taekwondo Junior 2018 di Gedung POPKI Cibubur, Minggu(16/12).

Untuk mempersiapkan para taekwondoin nasional, PBTI, kata Marciano, telah menggelar Pelatnas lebih awal. Ini merupakan juga rangkaian dari Pelatnas jangka panjang PBTI.

"Baik SEA Games maupun Asian Games merupakan fokus sasaran kami untuk meraih prestasi terbaik," ungkapnya.

Mengomentari hasil Kejurnas Junior 2018, ia mengatakan, banyak bermunculan taekwondoin-taekwondoin yang memiliki talenta besar untuk dipromosikan masuk dalam Pelatnas.

"Darisinilah proses regenerasi berjalan. Para taekwondoin terbaik dari Kejurnas ini akan dipromosikan masuk Pelatnas untuk ditampilkan di ajang multievent," tandasnya.

 Kejurnas diikuti oleh sekitar 430 atlet junior taekwondo dari 34 provinsi di Indonesia dengan mengukuhkan Pengrov TI Jawa Barat sebagai juara umum.

"Para pemandu bakat dari PBTI telah memantau sebagian atlet junior itu akan kami siapkan menjadi pelapis tim senior saat ini," tandasnya lagi.

Kejurnas terbagi dalam dua kategori  yaitu kategori kyorugi atau tarung dan kategori poomsae atau jurus.

Kategori kyorugi terdiri dari 10 kelas putra dan 10 kelas putri. Sedangkan kategori poomsae terdiri dari lima kelas pertandingan yaitu individual putra, individual putri, tim putra, tim putri, dan pasangan.

Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas Junior 2018 Tubagus Ade Lukman menegaskan ajang kejuaraan itu menjadi seleksi tim nasional yang akan turun dalam Kejuaraan Junior Asia 2019.

"Tim pemandu bakat PBTI akan melakukan seleksi dengan ketat untuk mengidentifikasi bakat atlet junior nasional bukan hanya dari sisi taktik ataupun teknik, melainkan juga dari sisi postur tubuh yang ideal sebagai atlet taekwondo," kata Ade Lukman.

Berita Terkait