07 December 2018 07:32 WIB
Oleh : aba

Lomachenko: Memburu Gelar Undisputed, tapi Ogah Lawan Pacquiao

TANYA: “Andai Anda memenangkan duel ini?”
JAWAB: “Bukan Andai!”

Vasyl Lomachenko memberikan jawaban tangkas pancingan The Rings mengenai duelnya untuk mempertahankan gelar kelas ringan (61,23kg) WBA melawan Jose Pedraza, juara kelas ringan WBO.

Duel unifikasi ini digelar di New York. Tepatnya di Hulu Theater di Madison Square Garden, New York, Sabtu atau Minggu (9/12).

Bukan berarti Lomachenko meremehkan petinju stylish Puerto Rico itu. Ia punya dua gelar di kelas berbeda. Tapi, Loma yakin pada kemampuannya untuk menang.

“Gayanya sangat tidak menarik dan para petinju tak nyaman berhadapan dengannya. Ia sabar bertahan menunggu kesalahan Anda. Jika Anda lihat duel saya, ini akan sama ketika saya bertarung dengan [Miguel] Marriaga. Saya kira mereka punya style sama,” kata Loma (11-1, 9 KO).

Pada duel melawan Marriaga di Los Angeles, 2017, Loma dua kali menjatuhkan lawan sampai kemudian menyerah pada ronde 7.

Buat Loma, Pedraza adalah bagian dari rencananya untuk menjadi undisputed champion, juara tak terbantahkan, layaknya rekannya sesama petinju Ukraina di kelas penjelajah, Aleksandr Usyk.

Pastinya bukan perkara gampang bisa mewujudkan ambisi itu. Katakanlah Loma mengalahkan Pedraza dan ia berhak atas gelar WBA dan WBO.

Di badan tinju IBF, gelar kelas ringan masih tak bertuan. Gelar itu akan diperebutkan Richard Commey dan Isa Chaniev.

Di WBC, sang pemegang gelar, juaranya Mikey Garcia yang akan naik dua kelas ke welter (66,68kg) untuk menantang Errol Spence Jr, Maret. Tapi, Garcia bisa kembali ke kelas ringan.

Jika Loma mengklaim dirinya raja kelas ringan, Garcia kayaknya siap memberi tes memadati.

Takutkah Loma pada Garcia?

Tidak juga,

 “Saya tak percaya Garcia akan menang (lawan Spence), tapi duel ini (lawan Pedraza), akan saya pertontonkan kepadanya,” kata Loma yang makin piawai berbahasa Inggris.

Loma sendiri nampaknya takkan melakukan lompatan kelas drastis dari ringan ke welter. Tahun depan, ia kemungkinan akan naik ke kelas ringan super (63,5kg) dulu sebelum lompat lagi ke welter.

“Di kelas saya (saat ini), dan kelas sedikit di atas saya, kami tak melihat ada megabintang. Ada banyak bintang di kelas welter, tapi saya takkan begitu saja melompat ke sana. Itu langkah bodoh saya kira,” katanya.

Sejauh ini, petinju yang tak ingin dihadapinya hanya Manny Pacquiao di kelas welter.

“Saya ogah mencetak nama dengan bertarung melawan legenda gaek,” kata petinju berusia 30 ini. Tapi, diingatkannya, ia sangat menghormati Pacquiao yang akan berusia 40 bulan ini.

Berita Terkait