11 October 2018 16:06 WIB
Oleh : aba

[Asian Para Games 2018] Bom Perang Iran-Irak Tak Sanggup Lumpuhkan Semangat Ammar Ali

SEMULA, atlet Wheelchair Fencing (Anggar Kursi Roda) asal Irak, Ammar Hadi Ali tak membayangkan ia akhirnya menjadi seorang atlet Para Games. Jalan hidupnya berubah setelah peristiwa yang menimpanya pada Perang Iran-Irak yang berkecamuk di negerinya.

Ali, sapaan akrabnya, adalah salah satu korban dari keganasan perang dua negara tetangga itu. Ia menjadi korban serpihan bom yang melumpuhkan pinggang dan kakinya, membuatnya tak bisa berjalan dengan kedua kakinya.

 “Kejadiannya pada 2007, ketika saya sedang bekerja memasang atap rumah. Tiba-tiba, bom meledak tak jauh dari tempat saya berdir dan ikut melukai,” ungkap Ali, 33 tahun.

Setelah persitiwa itu, ia mengaku sempat frustrasi karena menganggap masa depannya suram. Namun, beberapa teman dan keluarganya terus memotivasinya agar tidak cepat putus asa.

 “Apalagi ketika itu saya sedang rajin-rajin mengumpulkan uang untuk menikah. Tapi, setelah kejadian itu saya tidak bisa bekerja lagi,” ceritanya.

Namun, rupanya Tuhan berkehendak lain, Ali mengambil hikmah dari kejadian yang dialaminya itu, setelah ada perwakilan dari National Paralympic Comitte (NPC) Irak menawarkannya untuk menjadi atlet Wheelchair Fencing (Anggar Kursi Roda).

 “Tepatnya pada 2009 saya mulai dikenalkan dengan olahraga ini. Semula saya tak pernah kenal dengan olahraga ini,” kata peraih emas nomor degen kategori B di Asian Para Games Guangzhou, China 2010.

Sejak itu, semangat hidup Ali mulai bangkit dan ia terus menekuni olahraga ini yang akhirnya mengubah jalan hidupnya. “Berkat olahraga ini juga saya bisa berkeliling ke negara lainnya untuk mengikuti kejuaraan,” kata Ayah dua orang putra itu.

Di ajang Asian Para Games 2018 Indonesia, Ali mengaku sangat mewaspadai  atlet Cina. “Atlet Cina merupakan saingan terberat saya. Mereka sukar dikalahkan,” ungkap atlet yang juga pernah meraih perak di Asian Para Games 204 Incheon, Korea, di nomor floret itu.

Kini, selain fokus berlatih, Ali juga seorang wiraswastawan. Ia memiliki workshop pintu dan jendela  (kusen) di rumahnya. “Alhamdullilah, Allah memang berkehendak lain, ternyata masa depan saya tidak sesuram yang saya bayangkan,” ujar Ali yang kini telah mengantongi medali perak di nomor degen dan perunggu di nomor floret pada Asian Para Games 2018 Indonesia ini.

Berita Terkait