11 October 2018 10:37 WIB
Oleh : eko

(Asian Para Games 2018) Pendamping Atlet Lari T11 Ibarat Mata & Kaki

ATLET para lari low vision atau tuna netra sejatinya membutuhkan pendamping untuk bisa melengkapi kekurangannya.

Karena itu pendamping dibutuhkan saat berlari di trek lapangan, dan harus siap menjadi mata dan harus bisa berlari lebih cepat dari pada sang atlet.

Hal itu dibenarkan oleh atlet lari yang turun di nomor 100 meter T11, Abdul Halim Dalimunte. Ia mengatakan bahwa pendamping lari untuk tuna netra tidak bisa sembarang orang untuk mendampinginya.

Sprinter andalan tim para atletik Indonesia, sukses meraih medali perak pada cabang atletik lari 100 meter T11 Putra di Asian Para Games tidak lepas dari peran sang pendamping, yaitu Ahmad Azlan. Bahkan Halim mengaku bahwa ia sudah berpasangan dengan Azlan sejak 2013. Namun Azlan sempat harus berhenti sebelum SEA Games Malaysia 2013, karena ia harus memenuhi panggilan pelatnas untuk berlaga di SEA Games.

“Sebelum SEA Games 2013 saya harus berlatih untuk membela pelatnas dan turun di nomor 100 dan 200 meter putra,” ujar Azlan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018.

Sementara Azlan juga mengatakan bahwa selama ini ia menjadi pendamping untuk Halim tidak pernah ada masalah di antara keduanya, lantaran satu sama lain tetap saling mendukung dan support demi kemajuan masing-masing. Sedangkan Azlan ialah mantan atlet pelatnas atletik Indonesia, ia sempat mencicipi babak final di PON 2016 yang diadakan di Jawa Barat.

“Untuk kecepatannya sendiri pasti berbeda. Jika Halim 11 detik, saya kira-kira 10 detik lebih cepat. mendampingi Halim saat berlatih maupun saat turun di turnamen,” pungkas Azlan.

Berita Terkait