16 April 2018 08:07 WIB
Oleh : aba

Xavi Hernandez Siap Bantu Siapkan Qatar ke Piala Dunia 2022

Xavi Hernandez.

XAVI Hernandez, mantan kapten tim Barcelona, mengakui dirinya jadi bagian dari tim nasional Qatar menuju Piala Dunia 2022, dan mungkin juga bekerja sama dengan Pep Guardiola suatu saat nanti.

“Saya akan bantu Qatar dalam beberapa cara. Saya tak tahu apakah itu sebagai penasihat, pelatih, atau asisten. Tapi saya senang membantu generasi sepakbola Qatar menjadi sebuah tim yang kompetitif di Piala Dunia 2022,” ungkap Xavi yang kini masih bermain di Liga Qatar bersama tim Al Sadd.

“Kami mengarah ke sana. Saya bekerja sangat dekat dengan Felix Sanchez (pelatih Qatar saat ini). Saya menyaksikan liga dan semua pemain dengan harapan mendapatkan pemain-pemain yang kompetitif di Piala Dunia.”

Didesak apakah ia duduk sebagai pelatih atau bukan ketika Qatar menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2022, Xavi mengatakan, “Itu salah satu kemungkinan. Pertama saya harus bereskan lisensi saya setelah itu saya akan jadi pelatih sebuah tim dan kemudian akan kita lihat (apakah jadi pelatih Qatar).”

“Saya masih harus mencari pengalaman. Tapi, mengapa tidak? Itu satu kemungkinan.”

Xavi, 38 tahun, yang nampaknya akan mundur sebagai pemain akhir 2018, kini juga terlibat dalam program Generation Amazing yang mendirikan sekolah-sekolah sepakbola dan program-program membangun lapangan sepakbola baru untuk mempercepat pergerakan kemajuan sepakbola negeri itu.

Ditanya mengenai kemungkinan bekerja sama dengan Pep Guardiola yang kini masih menjadi pelatih Manchester City, Xavi menjawab, “Mengapa tidak? Di manapun saya bekerja sama dengannya, ia suhu sepakbola saya.”

“Setidaknya saya akan coba. Saya suka sepakbola. Saya senang mendorong pemain maju. Saya lihat diri saya cocok sebagai pelatih dibandingkan sebagai apapun setelah mundur nanti.”

“Saya senang menganalisis pertandingan. Saya senang mempersiapkan pertandingan. Saya sudah melakukan beberapa hal seperti ini bersama Al Sadd. Johan Cruyff selalu katakan, hal terbaik untuk bermain adalah melatih jadi saya ikuti nasihat sang maestro.”

Berita Terkait