23 December 2017 09:43 WIB
Oleh : eko

Grand Master Lioe Nam Khiong Resmi Sandang Sabuk Hitam DAN IX KUKKIWON

SETELAH melalui serangkaian ujian yang ketat, akhirnya Grand Master Lioe Nam Khiong resmi menyandang sabuk hitam DAN IX KUKKIWON.

Penyerahan Sertifikat kenaikkan dari DAN VIII ke Sabuk Hitam DAN IX kepada Pembina YUTI dan UTI Pro itu diserahkan langsung oleh Presiden KUKKIWON(World Taekwondo Headquaetrs), Oh Hyun Deuk  di  Seoul Korea Selatan, Kamis (21/12).

"Selamat Anda  kini pemegang sabuk hitam DAN IX yang merupakan sabuk tertinggi di olahraga Taekwondo dan merupakan satu-satunya DAN IX sejak berdirinya Taekwondo di Indonesia tahun 1973," kata Oh Hyun Deuk, saat penyerahan Sertifikat DAN IX kepada Grand Master Lioe Nam Khiong.


Sebelumnya GM Lioe Nam Khiong mengikuti ujian kenaikkan DAN bersama sejumlah pengurus teras UTI Pro, pada 10 Nopember 2017 di Seoul Korea Selatan, bersama GM Lioe Nam Khiong turut juga mengikuti ujian kenaikkan DAN VIII oleh pengurus UTI Pro antara lain Lam Ting, Suwandi Gunawan, Ganis Hartono,  Billy Komara, dan Azhari yang dinyatakan lulus dengan baik. 

Penyerahan sertifikat DAN VIII  akan di laksanakan di Indonesia oleh ketua umum UTI Pro Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi bersama Grand Master Lioe Nam Khiong,
Grand Master Lioe Nam Khiong melalui pesan singkat Sabtu, (23/12)  mengatakan, prestasi ini akan menambah motivasi  untuk tetap berkarya mengembangkan olahraga Taekwondo  di Indonesia.


"Terima-kasih kepada KUKKIWON yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai pemegang sabuk hitam DAN IX , dan tentunya saya akan menjaga amanah ini," ujar Lioe Nam Khiong.


Ketua Umum UTI  Pro, Andogo Wiradi mengaku bangga atas prestasi dan penganugerahan sabuk hitam DAN IX kepada Pembina UTI Pro dan YUTI.


"Ini suatu kehormatan buat UTI  Pro dan YUTI guna memacu kinerja organisasi dalam mengembangkan Taekwondo di Indonesia.
Senada dengan Andogo Wiradi, Ketua Yayasan Universal Taekwondo  Indonesia Ngatino mengatakan, pencapaian prestasi sabuk hitam DAN IX oleh Lioe Nam Khiong berdampak terhadap kinerja organisasi.


"Ini sebuah prestasi yang luar biasa karena selain ketekunan dan membutuhkan  jangka waktu pengabdian selama 44 tahun  untuk mencapai DAN IX tersebut, maka diharapkan dapat lebih  mengangkat   panji UTI pro dan  prestasi Taekwondo di Indonesia," ujar Ngatino, SH,MH yang juga Sekjen PB Wushu Indonesia.

Berita Terkait