06 August 2017 20:55 WIB
Oleh : aba

Kontroversi Gatlin Tumbangkan Kerajaan Bolt

JUSTIN GATLIN & USAIN BOLT

USAIN Bolt, pelari Jamaika yang sangat diunggulkan untuk kembali berjaya di nomor 100m, harus mengakui kehebatan Justin Gatlin dari Amerika Serikat pada Kejuaraan Dunia Atletik di London, Minggu (6/8).

Ironisnya, Bolt cuma bisa meraih perunggu dengan catatan waktu 9,95 detik, sedangkan Gatlin mencatat waktu 9,92 detik, sementara medali perak direbut Christian Coleman dengan 9,94 detik.

Ironisnya juga, Gatlin disebutkan tak seharusnya bertanding. Ia sudah dua kali kena larangan bertanding karena doping dan layak dihukum seumur hidup karena kecurangannya.

Pada 2001, Gatlin dihukum dua tahun karena positif menggunakan amphetamine. Hukuman kemudian dipotong menjadi setahun.

Pada 2005, ia juga merebut emas kejuaraan dunia, namun setahun kemudian ia kena sanksi lagi. Kali ini delapan tahun karena testosterone. Hukuman dikurangi menjadi empat tahun karena ia bersikap koperatif.

Presiden IAAF mengaku mual pada fakta seorang atlet yang bolak-balik kena kasus doping bisa memenangkan medali emas.

Berita Terkait