17 July 2017 17:03 WIB
Oleh : eko

Honor Belum Cair, Atlet & Pelatih DKI Jaya Datangi Disorda

SEJUMLAH perwakilan atlet dan pelatih DKI Jakarta mendatangani Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) DKI Jakarta guna mempertanyakan honor mereka yang belum cair selama empat bulan terakhir ini.

Kedatangan para atlet dan pelatih diantaranya dari cabang olahraga karate, kriket, dan hoki indoor diterima Sekretaris Disorda DKI Jakarta Asep Saefuddin, Senin (17/7) pagi.

Rudi Darmawanto, Ketua Bidang Organisasi PB Forki mengatakan dirinya bersama perwakilan atlet dan pelatih mempertanyakan honor yang belum cair. Dikatakannya, apabila sampai pekan depan tidak ada kejelasan, mereka mengancam atlet DKI tidak akan ikut dalam semua pertandingan untuk SEA Games dan Asian Games.

“Sampai sekarang atlet dan pelatih belum mendapat honor selama empat bulan berjalan. Kami berharap Disorda mendengarkan keluh kesah kami. Pemda dan Disorda serta BPKD harus berpikir secara nurani,” ujar Rudi.

Dikatakannya, atlet nasional yang terlibat di SEA Games dan Asian Games 30 persen diantaranya berasal dari DKI Jakarta. Kondisi belum cairnya honor jelas sangat mengganggu konsentrasi dan latihan mereka.

“Jika masalah honor ini tidak cepat terselesaikan maka atlet DKI akan mogok (latihan atau pergi ke luar DKI,” lanjut Rudi.

Sementara itu Sekretaris Disorda Asep Saefuddin mengatakan pihaknya pada tanggal 21 Juni lalu sudah mengajukan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) agar anggaran sebesar Rp 40 miliar yang diutamakan untuk honor atlet, pelatih pendamping bisa diprioritaskan untuk dikeluarkan.

Namun kemudian BPAD mengirimkan surat per tanggal 5 Juli yang menyebutkan adanya pertimbangan belum bisa dicairkannya anggaran lantaran beberapa hal, diantaranya adanya surat dari Forum Cabor yang ingin anggaran untuk KONI DKI sementara dibekukan.

“Tentunya kami prihatin dengan kondisi ini. Tetapi kami sudah melakukan upaya dengan memproses agar anggaran keluar. Sampai akhirnya tanggal 5 Juli kami terima surat dari BPKAD yang memohon kepada sekda agar dana hibah sementara yang berasal dari APBN dibekukan karena adanya dua kepengurusan KONI DKI,” tutur Asep.

Perwakilan atlet dan pelatih juga sempat mempertanyakan kapasitas Forum Cabor yang diketuai Alex Asmasoebrata sehingga bisa menahan cairnya anggaran untuk atlet dan pelatih DKI.

Namun Asep sepertinya tidak ingin berpolemik.Ia mengatakan sesuai aturan harus ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi KONI DKI agar anggaran bisa cair.