14 October 2015 13:11 WIB
Oleh : daw

Persipare Parepare Mengejar 2 Misi di Habibie Cup

[caption id="attachment_210612" align="alignleft" width="300"] Manager Persipare Parepare, Muh. Idham Nusu.(Sportanews/Dok)[/caption] SUKSES penyelenggaraan dan sukses meraih juara. Dua misi itu diusung Persipare Parepare di Habibie Cup XXI, 2015. Turnamen yang diikuti 12 tim ini dihelat 28 Oktober – 10 November di Stadion Gelora Mandiri, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebagai tuan rumah wajar saja jika Persipare bertekad merebut gelar juara dari Persim Maros yang menjadi kampiun di Habibie Cup XX, 2012 di Kota Palopo. Terakhir kali Parepare merebut trofi Presiden ketiga RI itu tahun 2003 setelah secara beruntun mempertahankan gelar juara tiga tahun berturut-turut sejak 2001-2003. Sejak turnamen ini digelar 1990 silam, tim kota Niaga ini telah sembilan kali meraih gelar juara. Dua diantaranya menjadi juara bersama yakni pada gelaran 1992 juara bersama dengan Persidrap dan 1993 bersama PSM Makassar. Selebihnya Persipare mampu menjuarai turnamen ini yakni pada 1990, 1991, 1999, 2001, 2002, 2003 dan 2006. "Tahun ini kami bertekad mengembalikan tropy Habibie Cup ke Parepare. Kami ingin merebut juara yang ke 10 kalinya. Peluang itu sangat besar. Selain materi pemain yang cukup bagus, sebagai tuan rumah kami didukung ribuan suporter,”  kata manager tim, Muh. Idham Nusu kepada Sportanews.com saat dihubungi melalui telepon selulernya dari Makassar, Rabu (14/10) siang. Untuk mewujudkan ambisinya itu manajemen Persipare akan mendatangkan sembilan pemain dari sejumlah klub papan atas Indonesia. Salah satunya eks kapten timnas, Hamka Hamzah. Dari sembilan pemain klub papan atas, dua diantaranya pemain asing. "Kami akan mendatangkan sembilan pemain dari beberapa klub ISL. Dua diantaranya pemain asing,” ungkap Idham. Namun Idham belum mau menyebut nama pemain yang siap didaratkan ke Parepare. Yang pasti, kata dia 50 persen materi pemain yang akan diturunkan  merupakan pemain-pemain yang punya nama di kancah persepakbolaan tanah air.  Beberapa diataranya adalah pemain berlabel timnas Indonesia. Idham sengaja menutup identitas pemain karena alasan masih dalam tahap komunikasi. "Maaf kalau saya belum mau menyebut nama-nama pemain tersebut. Kalau sudah tandatangan kontrak baru kami umumkan. Yang pasti sudah 80 persen oke,” katanya. Alasan mendatangkan pemain bintang, menurutnya sebagai upaya untuk lebih meningkatkan persaingan menjadi juara. Keterlibatan pemain-pemain papan atas Indonesia ini juga diharapkan bisa memberikan efek positif bagi pembinaan pesepakbola lokal di Parepare kedepan. Meski begitu kata dia, pihaknya tetap memberikan prioritas bagi para pemain lokal. Ada sekitar 15 pemain binaan asli Persipare yang masuk dalam skuad tim.  Mereka sudah menjalani latihan rutin sejak dua bulan lalu dibawah asuhan pelatih Agus Salim. "Persiapan tim pemain lokal sejak dua bulan lalu. Seinggu jelang kick off pemain sudah TC. Sementara lounching tim pada 25 Oktober,” ujar Idham. Di tim pelatih, ungkap Idham Persipare akan dibantu oleh eks pelatih PSM di Piala Presiden 2015, Assegaf Razak.  Tapi statusnya bukan sebagai pelatih. "Assegaf Razak tidak masuk dalam jajaran tim pelatih. Dia hanya sebagai pemberi masukan saja karena pengalamannya menangani tim-tim besar sekelas PSM,” katanya.

Berita Terkait