24 July 2015 14:15 WIB
Oleh : daw

Syaiful Kiper Muda PSM Siap Bersaing Dengan 2 Kiper Senior

[caption id="attachment_192642" align="alignleft" width="264"] Syaiful (kanan) kiper muda masa depan PSM Makassar.(Sportanews/Sri)[/caption] PSM Makassar mulai melakukan latihan rutin jelang turnamen Piala Indonesia Satu (PIS).  Sejumlah pemain senior dipertahankan. Untuk menambah armadanya, sejumlah eks pemain PSM dan PSM U-21 dipanggil. Dari 23 nama yang terdaftar ada satu wajah baru di skuad PSM. Dia adalah Syaiful. Posisinya penjaga gawang.  Pemain ini murni pemain yang dilirik dari ajang level tarkam, Liga Ramadhan, Makassar yang berlangsung 7 Juni sampai 16 Juli di Lapangan Hasanuddin dan Stadion Andi Matalatta, Makassar. Bagi Budiman Buswir, pelatih kiper PSM mengakui pemain kelahiran Takalar, 11 Juni 1993 ini bakal menjadi kiper masa depan PSM. ‘’Dia penjaga gawang muda bertalenta. Selain memiliki postur tubuh yang ideal (180 Centimeter), bagi seorang penjaga gawang penampilan Syaiful juga sangat baik. Padahal pemain ini belum pernah ditangani pelatih profesional,” ungkap Budiman. Selama ini Syaiful memang berlatih di klub amatir Galesong Putra. Ia memulai kariernya di SSB Anyelir, Makassar. Rumahnya yang cukup jauh dari Kabupaten Takalar membuat ia harus berhenti melanjutkan sekolah bolanya di Makassar di usia 13 tahun. Syaiful kemudian ikut di SSB Takalar  yang dibina Arman Arsyad. Pelatih muda ini melihat sosok Syaiful punya bakat terpendam. Ia membawa pemain ini di setiap turnamen kelas tarkam untum menambah pengalaman. Hingga akhirnya Syaiful terpilih menjadi penjaga gawang utama di tim Porda Takalar, 2014 lalu. Saat mengikuti Liga Ramadhan tim pencari bakat PSM yang terdiri dari Budiman Buswir (pelatih kiper PSM), Rohandi Yusuf dan Syafril Usman (Pelatih PSM U-21) melihat penampilan Syaiful yang begitu cemerlang.   Ketiganya sepakat memanggil Syaiful gabung di PSM. ‘’Saya juga lihat anak ini cukup bagus. Dia punya potensi untuk menjadi kiper masa depan. Karena itu saya kinta tim pencari bakat memanggil dia. Ternyata nama Syaiful yang mereka sodorkan. Kita persapkan Syaiful untuk menjadi kiper muda. Kalau ia bisa bersaing dengan kiper senior, itu akan lebih bagus. Apalagi kami memang prioritaskan membina pemain lokal asal Sulsel,” ujar Direktur Tehnik PSM, Sumirlan. Bisa bergabung dengan tim impiannya menjadi kebanggan tersendiri bagi Syaiful. Saat pertama dihubungi oleh manajemen PSM, ia  mengaku seperti bermimpi. “Sumpah, seperti tidak percaya. Tapi waktu diyakinkan oleh coach Budiman dan coach Arman, barulah saya yakni kalau yang menelpon saya itu pelatih kiper PSM,” ungkap Syaiful. Ia merasa mimpinya bergabung bersama PSM menjadi kenyataan. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Syamsuddin dan Asriani ini mengaku sejak kecil bercita-cita menjad pemain bola. Posisi penjaga gawang jadi pilihannya. Itu ia lakoni sejak  masih kecil saat bermain bola plastik tanpa sepatu di pinggir jalan.  Ia memilih posisi penjaga gawang selain karena posturnya yang tinggi,  mahasiswa semester delapan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (FIK-UNM) ini merasa ada kepuasaan tersendiri jika mampu menahan tendangan lawan. Syaiful berharap jika resmi  berkostum PSM ia punya cita-cita ingin membawa PSM juara. ‘’Membawa PSM juara menjadi impian saya. Semoga itu bisa terwujud,’’ ujarnya.  

Berita Terkait