18 October 2014 02:17 WIB
Oleh : daw

Obrolan Warung Soto Berujung Kesuksesan

[caption id="attachment_126066" align="alignright" width="300"] Fandi Eko Utomo dan Ayahnya Yusuf Ekodono[/caption] MOMEN terindah adalah saat kita bersama-sama kumpul dengan keluarga besar. Hal ini yang dirasakan FAndi Eko Utomo, punggawa Persebaya Surabaya yang juga gelandang Timnas Indonesia U-23. Mengisi libur latihan jelang putaran kedua babak 8 Besar Indonesia Super League (ISL), Fandi yang merupakan anak pertama dari legenda hidup Persebaya era 1980-an, Yusuf Ekodono, menyempatkan diri mengenang masa kecil yang indah bersama Ayah tercinta. Mumpung Persebaya belum menggelar latihan, Fandi nongkrong bareng bersama dengan Ayahnya. Keduanya nampak santai sambil menikmati semangkok soto daging favoritnya selama di depan GOR 10 Nopember. “Kebetulan pagi ini nggak latihan Mas, jadi bisa nyantai sama Ayah sambil makan bareng teman-teman yang dulu selalu kami lakukan bersama usai latihan di sini,” jelas Fandi, Jumat (17/10). Setali tiga uang, Yusuf yang merupakan pelatih Persebaya Surabaya U-21 juga sangat merindukan momen-momen bersama anak-anaknya yang kini lebih disibukkan dengan urusan pribadi masing-masing. Namun ia tak pernah menuntut banyak anaknya. Maklum ,Fandi adalah punggawa Timnas U-23 dan Persebaya, sementara Wahyu Subo, adiknya, kini juga termasuk skuad Persebaya senior meski sering diperbantukan ke Persebaya U-21. “Ya, gimana lagi Mas, mereka (Fandi dan Subo) sudah besar dan punya kesibukan di klubnya masing-masing, jadi sangat jarang kumpul bareng. Kalau pas nggak latihan atau melatih, kami sering makan bareng,” jelasnya. Yusuf menambahkan, dari obrolan kecil di warung soto inilah seorang Fandi dan Subo bisa menjadi pemain profesional. Maklum banyak hal yang dibicarakan, terutama seputar sepakbola. “Kami sering ngobrol kecil di sini, diskusi tentang sepakbola dan bagaimana bermain bola yang baik. Tak jarang kami semua saling mengevaluasi bersama dengan duduk ngobrol tentang sepakbola,” pungkasnya. Yusuf berharap banyak anaknya bisa berprestasi lebih baik lagi, terutama untuk membela nama besar klub atau Timnas Indonesia. “Saya ingin mereka menjadi pribadi yang baik dan berbuat banyak untuk nusa dan bangsa,” pungkasnya.                

Berita Terkait