28 August 2014 03:08 WIB
Oleh : daw

Ini 19 Poin Keputusan Komdis PSSI 14, 21, 26 Agustus

[caption id="attachment_10151" align="alignleft" width="300"] Hinca Panjaitan[/caption] DALAM sidang-sidangnya pada 14, 21, dan 26 Agustus, sejumlah keputusan penting dibuat Komisi Disiplin PSSI. Apa saja keputusannya? Berikut selengkapnya. Sidang dipimpin Hinca Panjaitan sebagai ketua. 1. PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN PERSIJA JAKARTA, yang melakukan tingkah laku buruk dan tidak patut karena penonton melakukan pelemparan botol dan menyalakan flare pada pertandingan PERSIJA vs PERSIB pada 10 Agustus 2014, dengan hukuman denda Rp75 juta yang dibayarkan paling lambat 14 September 2014. 2. PERSITARA JAKARTA UTARA yang melakukan tingkah laku buruk berupa tidak terlaksananya pertandingan karena Panpel belum membayar sewa lapangan pada pertandingan PERSITARA vs PERSIH pada 11 Agustus 2014, dengan hukuman kalah 0-3, dikurangi nilai 3, denda Rp25.000.000,- yang dibayarkan paling lambat 14 September 2014. 3. ISMED SOFYAN, Pemain PERSIJA JAKARTA melakukan tingkahlaku buruk dan tidak patut karena dengan sengaja menginjak DIAS ANGGA PUTRA pada pertandingan PERSIJA vs PBR pada 14 Agustus 2014, berupa larangan bermain 1 (satu) kali pertandingan dalam kompetisi ISL 2014 dan hukuman denda Rp25 juta yang dibayarkan paling lambat 21 September 2014. 4. PERSIJA JAKARTA bertingkahlaku buruk karena dalam 1 (satu) pertandingan 5 (lima) pemain PERSIJA JAKARTA mendapat Kartu Kuning pada pertandingan PERSIJA vs PBR pada 14 Agustus 2014, denda Rp10 juta yang dibayarkan paling lambat 21 September 2014. 5. PERSIFA FAK-FAK yang melakukan tingkah laku buruk berupa tidak terlaksananya pertandingan karena tidak hadir di tempat pertandingan pada pertandingan PSBS vsPERSIFA pada 15 Agustus 2014, dengan hukuman kalah 0-3, dikurangi nilai 3, denda Rp25.000.000,- yang dibayarkan paling lambat 21 September 2014. 6. PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN MARTAPURA FC, yang melakukan tingkah laku buruk dan tidak patut karena penonton melakukan pelemparan botol dan menyalakan flare pada pertandingan MARTAPURA FC vs BORNEO FC pada 8 Agustus 2014, dengan hukuman denda Rp25 juta yang dibayarkan paling lambat 21 September 2014. 7. PERSIDAFON DAFONSORO yang melakukan tingkah laku buruk berupa mengundurkan diri dari KOMPETISI Divisi Utama 2014 terkait pendanaan, dengan hukuman Diskualifikasi dari Div. Utama yang sedang berjalan, Degradasi ke kompetisi amatir PSSI pada musim berikutnya, Mengembalikan seluruh kontribusi yang diterima ke PT Liga Indonesia, denda Rp50.000.000,- yang dibayarkan paling lambat 21 September 2014. 8. PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN PSS SLEMAN, yang melakukan tingkahlaku buruk dan tidak patut karena penonton melakukan pelemparan botol dan menyalakan flare pada pertandingan PSS vs MADIUN PUTRA pada 15 Agustus 2014, dengan hukuman denda Rp35 juta yang dibayarkan paling lambat 21 September 2014. 9. BASIR, Perlengkapan BORNEO FC, melakukan tingkah laku buruk dan tidak patut karena dengan sengaja memukul pemain PSMP AMIRUL SYAFAAT pada pertandingan PSMP vs BORNEO FC pada 4 Juni 2014, berupa larangan memasuki ruang ganti dan bangku cadangan sebanyak 2 kali pada 16 besar kompetisi DU 2014 dan hukuman denda Rp10 juta yang dibayarkan paling lambat 21 September 2014. 10. MOH. KOKO AMINULLAH, Pemain PERSEPAM MU U-21, melakukan tingkah laku buruk dan tidak patut karena memukul WASIT pada pertandingan GRESIK UNITED U-21 vs PERSEPAM MU U-21 pada 23 April 2014, berupa larangan beraktivitas di sepakbola di lingkungan PSSI selama 1 tahun dan hukuman denda Rp10 juta yang dibayarkan paling lambat 21 Agustus 2014. 11. PERSELA LAMONGAN U-21 bertingkahlaku buruk karena dalam 1 (satu) pertandingan 5 (lima) pemain PERSELA LAMONGAN U-21 mendapat Kartu Kuning pada pertandingan PERSELA U-21 vs PERSEBAYA U-21 pada 8 Mei 2014, denda 10 juta yang dibayarkan paling lambat 21 September 2014. 12. PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN PSIR REMBANG, yang melakukan tingkahlaku buruk dan tidak patut karena penonton melakukan pelemparan botol dan menyalakan flare pada pertandingan PSIR vs PERSIKU pada 23 Agustus 2014, dengan hukuman denda Rp25 juta yang dibayarkan paling lambat 26 September 2014. 13. PSS SLEMAN bertingkahlaku buruk karena dalam 1 (satu) pertandingan 5 (lima) pemain PSS SLEMAN mendapat Kartu Kuning pada pertandingan PSIM vs PSS padaƂ  19 Agustus 2014, denda 10 juta yang dibayarkan paling lambat 26 September 2014. 14. PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN PERSIPON PONTIANAK, yang melakukan tingkah laku buruk dan tidak patut karena penonton melakukan pelemparan botol dan menyalakan flare pada pertandingan PERSIPON vs PSCS pada 23 Agustus 2014, dengan hukuman denda Rp25 juta yang dibayarkan paling lambat 26 September 2014. 15. PERSEWON WONDAMA yang melakukan tingkahlaku buruk berupa tidak terlaksananya pertandingan pada pertandingan PERSEWON vs PERSEKA pada tanggal 15 Agustus 2014, dengan hukuman kalah 0-3, dikurangi nilai 3, denda Rp25.000.000,- yang dibayarkan paling lambat 26 September 2014. 16. PERSEWON WONDAMA yang melakukan tingkahlaku buruk berupa tidak terlaksananya pertandingan karena tidak hadir di tempat pertandingan pada pertandingan PERSIGUBIN vs PERSEWON pada 23 Agustus 2014, dengan hukuman kalah 0-3, dikurangi nilai 3, denda Rp25.000.000,- yang dibayarkan paling lambat 26 September 2014. 17. PERSEKA KAIMANA yang melakukan tingkahlaku buruk berupa tidak terlaksananya pertandingan pada pertandingan PERSEKA vs PSBS pada 23 Agustus 2014, dengan hukuman kalah 0-3, dikurangi nilai 3. 18. PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN PERSIKABO KAB. BOGOR, yang melakukan tingkahlaku buruk dan tidak patut karena penonton melakukan pelemparan botol dan menyalakan flare pada pertandingan PERSIKABO vs VILLA 2000 pada 23 Agustus 2014, dengan hukuman denda Rp25 juta yang dibayarkan paling lambat 26 September 2014. 19. GANESHA PUTRA, Manager VILLA 2000 melakukan tingkahlaku buruk dan tidak patut karena mendatangi wasit cadangan secara berulang-ulang dan bertindak tidak sopan pada pertandingan PERSIKABO vs VILLA 2000 pada 23 Agustus 2014, berupa hukuman denda Rp20 juta yang dibayarkan paling lambat 26 Agustus 2014.

Berita Terkait