28 May 2014 10:27 WIB
Oleh : daw

PSS Sleman Terus Bersihkan Pemain Bawaan Sartono Anwar

[caption id="attachment_86421" align="alignleft" width="300"] Eli Nasoka (kiri depan) yang dicoret dari kubu PSS[/caption] SKUAD Elang Jawa PSS Sleman rupanya ingin menghilang secara total 'aroma' Sartono Anwar dalam tim kebanggan masyarakat Sleman ini. Terbukti, setelah Sartono mundur, pemain-pemain bawaannya satu demi satu didepak. Sebelumnya dua pemain, Aang Suparman dan M Irfan dicoret.  Kini giliran gelandang serang Eli Nasoka yang diminta meninggalkan mes PSS yang di lantai tiga Stadion Maguwoharjo sisi barat. Pencoretan M Irfan memang dapat dimaklumi karena pemain yang pernah beberapa musim memperkuat PSIS Semarang ini selalu dbekap cedera. Bahkan ia belum sekalipun diturunkan full time karena kondisi fisiknya yang ringkih. Namun soal bek kiri Aang dan Eli menjadi pertanyaan publik, karena kedua pemain ini selalu mendapat tempat utama dalam formasi Sartono. Tidak hanya soal pemain, formasi serta taktik-startegi Sartono pun langsung dihilangkan Elang Jawa. Jika sebelumnya Sartono selalu memakai skema 3-4-3 yang kadang bertransformasi menjadi 3-5-2, kini PSS lebih memilih 4-4-2. Manajer PSS Sukoco sendiri membantah soal  upaya pembersihan pemain bawaan Sartono. “Mereka dicoret karena evaluasi tim pelatih atas kontribusinya. Ini keputusan objektif, bukan faktor suka dan tidak suka,” tegasnya. Soal Eli yang baru dicoret, Senin (26/5), berbeda dengan Aang dan Irfan yang dibuang pekan lalu. Sukoco berkilah, PSS saat ini mendapat pemain gelandang serang yang kualitasnya lebih mumpuni ketimbang Eli, yakni mantan pemain PSBK Blitar Kota, Dicky Prayoga Hidayat. “Pemain gelandang kami jadinya bertumpuk, terpaksa ada pemain yang harus dicoret. Dan kami melihat memang Eli belum memberi kontribusi maksimal jadi ia terkena. Ini juga murni pertimbangan teknis dan kebutuhan tim,” tandas Sukoco.

Berita Terkait