Kamis, 15 Desember 2016 11:06
Dilihat : kali | Oleh : eko

Butuh Waktu 3 Tahun Novendra Raih GM

PECATUR putra asal DKI Jjaya, Novendra Priasmoro mengatakan butuh waktu kurang lebih tiga tahun bagi dirinya untuk bisa meraih gelar Grand Master (GM). Itu pun dengan catatan ia harus rajin tampil di kejuaraan catur international.

"Obsesi saya adalah meraih gelar GM.Saya harus bekerja keras lagi agar gelar ini tercapai. Saya berterima-kasih kepada PB.Percasi yang selama ini mendukung prestasi saya hingga meraih gelar International Master (IM)," tandas Novendra.

Seperti diketahui, Novendra dan WFM Fisabililah Ummi (2118) berhasil merebut juara pertama puta dan putri kejuaraan catur Japfa International Masters 2016

Novendra Priasmoro merebut juara pertama dengan meraih poin tertinggi 7,5 hasil dari lima kali menang, lima kali remis dan dua kali kalah dari sebelas babak yang diselesaikan. Berada di tempat kedua, FM Jodi Azarya Setyaki (2303) dengan poin 6,5, hasil dari tiga kali menang, tujuh kali remis, dan sekali kalah.

Sukses Jodi dapat merebut juara kedua ditentukan pada kemenangan di babak terakhir (sebelas). Jodi berhasil menumbangkan raja hitam milik rekannya Yoseph Taher yang sejak babak kedelapan bersaing ketat dengan Novendra untuk berebut tempat pertama.

Yoseph malahan tergeser ke posisi keempat. Berada di posisi ketiga pecatur dari Vietnam, Duong The Anh (2324).

Sementara itu di bagian putri, pecatur asal DKI Jakarta Fisabililah Ummi berhasil merebut juara pertama dengan meraih poin tertinggi 7,5 dari sebelas babak yang dipertandingkan. Hasil 7,5 ini diperoleh elalui 5 x menang, dan 5 x remis dengan hanya satu kali kalah. Terakhir di babak 11 yang dipertandingkan pada Minggu (11/12/2016) petang Ummi ditahan remis oleh seniornya, WIM Chelsie Monica Sihite (2198).

Ummi ternyata tidak hanya meraih juara pertama saja. Ia juga sukses meraih Norma Master Pertama. Ia meraihnya setelah sukses di babak terakhir (sebelas).

Berada di tempat kedua, WIM Fronda Jan Jodilyn (2165) dari Philipina. Ia mencatat poin tertinggi kedua dengan 7 poin. Sementara di tempat ketiga diraih oleh Le Kien Thien Kim dari Vienam.

Ketu Pelaksana PB Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia), Utut Adianto, dalam sambutan penutupan mengatakan bangga dengan dua pecatur Indonesia yang berhasil merebut juara.

Utut merasa bangga karena sudah lama Indonesia tidak juara kalau kita yang buat tunamen internasional.

Kedepan kita akan buat sentra-sentra pelatihan seperti sekolah catur supaya terus dikembangkan di daerah-daerah. Dia berharap ke depan ada dua turnamen internasional yang dibuat di Indonesia.

BACA JUGA