Minggu, 11 Desember 2016 12:16
Dilihat : kali | Oleh : eko

Novendra Diprediksi Mampu Raih GM

ANDREI Kovalev dari Belarus dikontrak oleh PB Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) menjadi pelatih tim catur nasional untuk masa depan catur Indonesia.

Kontrak ini berlangsung 2013-2014. Reputasi Andrei Kovalev sebagai pelatih amat luar biasa. Ia dikenal sebagai pelatih tangan dingin dan di dunia catur internasional masuk dalam kategori sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini. Lahir di Belarus Maret 1961. Meraih gelar IM (International Master) 1989, dan meraih gelar GM Grand Master tahun 1991.

Bulan-bulan pertama menjalani tugasnya sebagai pelatih membina tim nasional jangka panjang, ia tampak terpikat pada 'anak ajaib' dari DKI Jakarta, Novendra Priasmoro. Saat itu Novendra masih berusia 13 tahun jalan.

Dari intuisi menangkap teori kemudian menerapkannya, dan praktek-praktek pertandingan yang mana banyak langkah-langkah kejutan terjadi di luar kesadaran sang pelatih membuat Andrei Kovalev menarik kesimpulan Novendra Priasmoro adalah pecatur berbakat yang memiliki banyak talenta.

Berkat talenta dan bakat yang dimiliki Novendra, Andrei Kovalev seperti berjajanji dalam hatinya, ingin menjadikan Novendra sebagai titik sentrum pembinaannya untuk mengantar Indonesia menjemput juara dunia baru setidaknya dalam kurun waktu 5-8 tahun mendatang.

Tentang si anak ajaib Novendra Priasmoro dari DKI Jakarta ini, semuanya dibenarkan oleh Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem dalam wawancara dengan Porosjakarta.com di sela-sela kejuaraan catur Japfa International Master Tournament di babak 8 melawan Duong The Anh dari Vietnam Jumat (9/12) malam.

"Ia korbankan 1 gajah. Semua pengamat tidak ada yang tahu, untuk apa dia korbankan gajah. Ternyata dalam 6 langka kemudian, satu gajah dan satu benteng lawannya terkunci mati oleh blok yang tidak bisa ditembus hingga akhir pertandingan dan Novendra menang. Ini sesuatu yang luar biasa dari Novendra," tutur Kristianus Liem.

Sayangnya kontrak Andrei Kovalev tidak bisa dilanjutkan karena PB Percasi tidak memiliki dana untuk membayarnya. Andrei sendiri, kata Kristianus Liem menyatakan menyesal karena Indonesia memutuskan kontrak dengannya, sementara ia berniat menjadikan Novendra menjadi juara dunia. Sebelum kembali ke negaranya dia berpesan pada Novendra: "Kalau kamu sudah juara dunia jangan lupa sama saya".

Mudah-mudahan, pecatur terbaik Indonesia saat ini, Novendra Priasmoro, dan juga pecatur lainnya seperti Yoseph Taher, Jodi Azarya Setyadi, dan lain-lain bisa mencapai juara dunia.

BACA JUGA