Kamis, 8 Desember 2016 06:45
Dilihat : kali | Oleh : eko

Yoseph Mulai Bangkit di Japfa International Masters

PECATUR Yoseph Teolifus Taher tampak makin cemerlang, sementara rekannya Jodi Azarya Setyadi berjibaku atas lawannya dalam kejuaraan catur Japfa International Master Tournament yang berlangsung di Novotel Jalan Gajahmada Selasa (6/12) malam.

Dari semua pecatur Indonesia, Yoseph Teolifus Taher tampil amat luar biasa. Dari tiga babak yang sudah diselesaikan di bagian putra termasuk WGM Medina Warda Aulia, Yoseph memperoleh poin tertinggi yakni 2 poin. Ia bertengger di tempat teratas bersama empat pecatur lainnya. Mereka terdiri dua pecatur Vietnam, Hoang Thi Bao Thram, dan Duo The Anh, dari Australia, Wohl Aleksandar, dan dari Rumania, L'ami Amina.

Dua poin Yoseph Teolifus Taher diperoleh dari hasil dua kemenangan yang diraihnya pada babak kedua dan ketiga. Pada babak kedua yang berlangsung pada Selasa (6/12) pagi Yoseph berhasil menjatuhkan raja hitam milik lawannya Wyn Zaw Htun. Kata analis catur, Hendry Jamal, melawan Yoseph Taher, pecatur Vietnam ini sampai harus mengucak-ucak rambutnya untuk memecahkan soal atas langkah spektakuler Yoseph, pecatur asal Tangerang ini.

Di babak ketiga yang berlangsung Selasa malam Yoseph memecahkan tradisi pribadinya melawan pecatur tuan rumah Irwanto Sadikin. Selama ini, Yoseph mengaku selalu kalah lawan Irwanto bukan karena Irwanto hebat. Itu kalah psikologis. Demikian juga dengan pecatur DKI Novendra Priasmoro. Mestinya menang tapi kalah psikologis. Jadi sebelum main sudah merasa kalah. Jadi kemenangannya di babak ketiga melawan Irwanto benar-benar memecahkan tradisi yang selalu kalah karena jauh lebih senior dan Irwanto sering kali menjadi skondan untuk juniornya.

Di samping sukses Yoseph Taher, ada satu pecatur Indonesia lain yang cukup spektakuler tampil di babak ketiga. Ia adalah Jodi Azrya Setyadi. Tampil di babak ketika Selasa malam melawan pecatur Vietnam, pecatur harapan masa depan Indonesia ini berhasil berhasil menahan remis lawannya dari Vietnam Duo The Anh dan mempereh poin satu setengah (1,5).

Jodi berjibaku untuk bisa menahan remis dalam keadaan ia kalah posisi dan juga kalah materi. Situasi berbalik jadi lawan unggul materi dan posisi ini mulai terjadi pada langka 27 yang mana Jodi mengaku salah.
Namun bukan Jodi, kalau tidak dapat membalikkan posisi kalah menjadi berakhir remis dalam posisi yang amat sulit. GM Susanto Megaranto saja dibuat Jodi tak berdaya di PON XIX/2016 Jabar di nomor catur blitz.

Susanto harus mengakui keunggulan Jodi catur blitz karena kesenangan Jodi yang suka berjibaku, yaitu main adu materi, apapun resikonya.
Sayang sekali. Prestasi hebat di putra belum bisa diikuti oleh WGM Medina Warda Aulia. Hingga babak ketiga, tadi malam pecatur yang diharapkan bisa meraih Norma MI kategori putra baru memperoleh poin setengah dari hasil sekali remis dari tiga babak yang sudah dimainkan.

Bisa jadi ini dipengaruhi oleh kondisi Medina yang baru pulih dari sakitnya. Medina baru saja keluar dari rumah sakit karena menderita sesak napas. Ia bahkan sampai pingsan tidak sadarkan diri di akhir November lalu dan harus dirawat hampir seminggu di rumah sakit.
Mudah-mudahan, babak-babak mendatang Medina bisa bangkit.

BACA JUGA