Kamis, 2 Januari 2014 13:42
Dilihat : kali | Oleh : aba

Christian Hadinata, Sang Maestro

bannerch
BUKU ini merupakan sajian ilmiah populer yang mengkaji aspek-aspek psikologis dalan kesuksesan.
Tersedia di Toko Buku GRAMEDIA.

Judul Buku : Rahasia Ketangguhan Mental Juara Christian Hadinata.
Penulis : Dr. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFCC, DCH;
Drs. Amran Effendi   Siregar M. Psi. T.; Damar Arum Dwiariani Psi.M. Psi.T.
Penerbit : Kelompok Penerbit Gramedia (KPG).
Tahun terbit : Agustus 2013.

Christian ‘Koh Chris’ Hadinata adalah Sang Maestro Olahraga, legenda hidup bulutangkis Indonesia. Kiprahnya patut dicatat dengan tinta emas dalam sejarah olahraga Indonesia, bahkan Dunia.

Di era keemasan bulutangkis Indonesia sekitar 70-an, Christian merupakan salah satu anggota ‘The Magnificent Seven’ bulutangkis Indonesia bersama Ade Tjandra, Tjun Tjun, Johan Wahyudi, Rudi Hartono, Iie Sumirat, dan Liem Swie King. Mereka saat itu merajai perbulutangkisan Dunia.

Berpasangan dengan Ade Chandra pada All England 1972, merupakan awal kiprah Christian di pentas perbulutangkisan internasional. Christian bukan saja sukses meraih gelar kampiun, tetapi gaya permainannya yang berbeda telah memorak-porandakan gaya permainan Eropa pada umumnya.

Gaya permainan Eropa indah dilihat dengan reli-reli panjang dan dropshot tajam. Sebaliknya, Christian dan Ade justru datang dengan gaya permainan cepat, smes mematikan, dan bola potong seperti kilatan petir di depan net. Gaya permainan Christian/Ade ini benar-benar ampuh, namun dikritik habis oleh media olahraga Eropa. Duet Christian dan Ade dicap telah merusak keindahan permainan bulutangkis.

Selama berkarier di cabang bulutangkis, Christian merupakan atlet spesialis ganda putra dan campuran. Ia berpasangan dengan lebih 10 atlet dari dalam maupun luar negeri. Tetapi, sekalipun gonta-ganti pasangan—dengan kemampuannya beradaptasi pada kepribadian berbeda-beda--, Christian tetap berprestasi.

Pada Olimpiade Muenchen 1972—tatkala cabang bulutangkis masih berstatus olahraga demonstrasi--, Christian meraih medali emas ganda putra bersama Ade Chandra. Dan, yang sangat mengagumkan, sepanjang kariernya hanya sekali mengalami kekalahan saat penyisihan Piala Thomas. Selebihnya, Christian tidak pernah terkalahkan, termasuk dalam enam kali memperkuat regu bulutangkis Indonesia di final Piala Thomas.

Sebelum beralih ke nomor ganda, Sang Maestro pernah berkarier sebagai pemain nomor tunggal. Ternyata Christian mampu memuncaki All England 1973 sebagai finalis, kalah dari Rudi Hartono. Tidak dapat dipungkiri, kiprahnya di bulutangkis sejak 1971 telah menuai berbagai prestasi, terutama di nomor ganda, mulai dari tingkat nasional, Asia Tenggara, Asia, dan Internasional seperti All England, Kejuaraan Dunia, serta event internasional lainnya.

Menjadi pelatih setelah mengundurkan diri sebagai atlet pada 1986, perannya juga besar dalam melahirkan buah manis pasangan Eddy Hartono/Rudy Gunawan, Antonius Arianto/Denny Kantono, Tony Gunawan/Candra Wijaya, Eng Hian/Flandy Limpele, dan Markis Kido/Hendra Setiawan.

Sukses Ricky Subagja/Rexy Mainaky di final Olimpiade 1996 di Atlanta mengalahkan pasangan Malaysia Cheah Son Kit/Yap Kim Hock rubber game tidak terlepas dari sentuhan tangan Sang Maestro. Ini adalah medali emas pertama bagi ganda putra Indonesia di panggung Olimpiade dan sejarah bulutangkis yang sarat pertarungan mental.

Semua rentetan keberhasilan yang diukir Christian akhirnya membuka mata World Badminton Federation (WBF). Pada tahun 2001, Christian menerima apresiasi fenomenal dari WBF untuk masuk ke dalam ‘The World Badminton Hall of Fame’, di samping Rudi Hartono Kurniawan (1997), Dick Sudirman (1997), Liem Swie King (2002), Susi Susanti (2004), Tjun Tjun (2009), Johan Wahyudi (2009), Ricky Subagja (2009), dan Rexy Mainaky (2009). Badminton Hall of Fame merupakan penghargaan bagi atlet, pelatih, wasit ataupun orang yang telah memberikan kontribusi berarti bagi perbulutangkisan dunia.

Buku Rahasia Ketangguhan Mental Sang Juara Christian Hadinata merupakan sajian ilmiah populer yang mengkaji aspek-aspek psikologis dalam kesuksesan meraih prestasi puncak di bulutangkis. Buku ini tidak menghamparkan rentetan catatan sejarah hidup semata, seperti buku biografi umumnya, tetapi lebih pada kajian terhadap biografi psikologis sebagai refleksi sejarah hidup Christian.

Tentu saja banyak aspek psikologis yang berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi olahraga seorang atlet. Buku ini memaparkan sepuluh aspek psikologis itu: Minat dan Keberbakatan, Motivasi, Sikap Kompetitif, Resiliensi, Self Efficacy, Self Awareness, Inteligensi & Penyesuaian Sosial, Sistem Dukungan Sosial dan Religiusitas.

Prof. Singgih, Psikolog PB PBSI di era 1967 – 2000 mengatakan, Christian meraih prestasi mengagumkan di dunia bulutangkis--walaupun baru mendapat pembinaan serius di usia 20 tahunan--, karena keberbakatan yang luar biasa. Kendati terlambat fokus pada bulutangks, minat Christian terhadap olahraga sebenarnya telah tumbuh sejak masa kanak-kanak.

Keberbakatan dan minat, selain motivasi mencapai target, merupakan aspek psikologis yang dahsyat dalam perjalanan karier seorang atlet. Tapi, dalam prosesnya, semua aspek itu harus saling mendukung dan memerlukan pembelajaran.

Pada saat masih menjadi atlet dan pelatih, Christian mampu terus-menerus mempertahankan dan memperbaharui motivasinya. Ia menikmati kegembiraan dalam beraktivitas dan selalu fokus. Sikap kompetitif sebagai kecenderungan untuk tetap superior atau unggul dalam sasaran yang jelas dan terarah, dilakukan Christian dalam masa latihan sehari-hari, terlebih saat kompetisi.

Christian dalam persiapannya selalu menunjukkan sikap kompetitif dan persuasif untuk lebih baik. Pada akhirnya sikap kompetitif dapat meningkatkan percaya diri, perseverasi (kekukuhan), dan kesungguhannya. Berikutnya diperlukan pula sikap resiliensi atau ketahanan dan kemampuan beradaptasi terhadap tekanan sehingga tetap mampu memberdayakan diri. Sikap ini banyak dipengaruhi sikap positif, disiplin, dan sebagainya.

Salah satu contoh, Christian tidak pernah menyalahkan orang lain. Tapi, ia mengambil sisi baik dari peristiwa yang menekan dan tidak menyenangkan, serta mampu mengatasi kejenuhan.

Sikap konsisten adalah kesediaan dan kemampuan atlet mempertahankan motivasi dan komitmennya melalui berbagai proses menggapai sasaran yang diinginkan. Antusiasme (kesungguhan) dan disiplin merupakan bagian dari ciri atlet yang memiliki konsistensi. Christian menunjukkan hal itu saat menjadi atlet maupun pelatih. Sikap keyakinan diri dalam melakukan sesuatu karena merasa mampu atau self efficacy sarat dipengaruhi pengalaman sukses diri sendiri atau orang lain, dan gugahan emosi.

Pemahaman atau mengenal diri sendiri, baik kelebihan dan kekurangan (self awareness), bisa jadi kerap kurang mendapat perhatian dari atlet ataupun pelatih. Padahal kemampuan mengenal diri sendiri dengan baik dan benar akan membuat atlet mampu mengelola dirinya dalam mencapai sasaran.

Inteligensi merupakan potensi yang berkaitan dengan kemampuan penyesuaian individu terhadap lingkungan sosialnya. Dan, aspek itu berkaitan dengan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ), kecerdasan sosial (SQ), kecerdasan religius (RQ). Jadi inteligensi lebih dari sekadar Intelligence Quotient (IQ) yang mengukur kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang.

Aspek religius atau agama merupakan aspek yang bersifat dogmatis, sangat pribadi, dan mampu memberi kekuatan tersendiri berdasarkan keyakinan atlet itu. Dan, dukungan sosial yang paling berpengaruh signifikan terhadap prestasi atlet bersumber dari lingkungan keluarga, tempat di mana etika, nilai dan keyakinan ditanam serta tumbuh dan berkembang. Seperti disampaikan Prof. Enoch Markum, salah satu keuntungan Christian adalah sejak masa anak. Sang ayah sudah menanamkan sifat disiplin sebagai salah satu modal penting dalam olahraga prestasi.

Tentu saja, buku Rahasia Ketangguhan Mental Juara Christian Hadinata ini sangat menarik dan penting sebagai nara sumber bagi lingkungan masyarakat dalam pembinaan olahraga. (Aba Mardjani, wartawan olahraga)

BACA JUGA